Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Musim Hujan, Pedagang Terompet Terancam Rugi

Saugi Riyandi , Jurnalis-Senin, 26 Desember 2011 |15:16 WIB
Musim Hujan, Pedagang Terompet Terancam Rugi
gambar pedagang terompet,Okezone
A
A
A

JAKARTA - Pedagang terompet musiman mengurangi produksinya karena sampai saat ini dagangannya masih terbilang sepi pembeli.

"Kemarin (Hari Natal) saja sepi jadi kami kurangi dulu produksinya kalau kurang baru kami produksi lagi," ujar salah satu pedagang terompet, Tini, saat ditemui di Stasiun Cikini, Jakarta , Senin (26/12/2011).

Menurutnya, sepi pembeli tersebut dikarenakan cuaca yang masih tidak menentu. "Kadang hujan, kadang panas makanya setiap hujan kami tutup takut kena air hujan," tegasnya.

Dirinya mengatakan modal untuk membuat semua terompet ini terbilang cukup banyak, yakni sebesar Rp5 juta.

"Jika ditanya keuntungan kami tidak bisa menyebutkan, soalnya relatif. Kalau lagi banyak bisa dua kali lipat tapi kalau lagi sepi kaya begini balik modal saja sudah Alhamdulillah," ungkapnya.

Tini mengungkapkan, bahan bakunya memang mudah didapat hanya memakai karton-karton bekas. "Kami memakai karton-karton bekas kalender dan kertas yang tebal," ungkapnya. (git)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement