Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jelang Tahun Baru, Harga Sembako di Depok Naik

Marieska Harya Virdhani , Jurnalis-Rabu, 28 Desember 2011 |08:07 WIB
Jelang Tahun Baru, Harga Sembako di Depok Naik
Ilustrasi
A
A
A

DEPOK - Menjelang perayaan tahun baru, harga hampir seluruh jenis kebutuhan pokok di Depok melonjak. Hal ini dikeluhkan oleh pedagang sayur, dan daging ayam di pasar Kemirimuka, Beji, Depok.

Akok (35) salah satu pedagang sembako menuturkan kenaikan harga tersebut menyebabkan dia mengalami penurunan omzet hingga 30 persen. Dia menuturkan, kenaikan terjadi sejak awal tahun terutama pada komoditi beras.

“Telor ayam negeri dijual Rp16.000 dari Rp14.000 jadi naik Rp2.000, beras termurah dijual Rp6.700 dan IR Rp7.500 mengalami kenaikan Rp200. Lalu harga minyak goreng curah per kilogram Rp10.000, dari harga sebelumnya Rp9.500,” jelasnya di lokasi, Selasa (27/12/11).

Kenaikan tidak hanya sembako, sayuran pun mengalami kenaikan. Sayuran yang mengalami kenaikan di lapangn adalah cabai merah keriting, tomat merah, wortel, dan kembang kol. Harga tomat besar dijual Rp14.000 per kilogram naik mencapai empat sampai lima ribu per kilogramnya.

Lalu harga cabai merah keriting yang biasanya dijual Rp38.000 naik, saat ini harganya Rp48.000 per kilogram. “Paling tinggi kenaikan terjadi adalah tomat merah. Naik mencapai tiga kali lipat,” kata Tarni (40) pedagang sayur di Pasar Kemirimuka, Depok.

Untuk daging sapi, kini harga berada di kisaran Rp70.000. Pedagang memprediksi harga akan kembali normal pada akhir Januari 2012.

Salah seorang konsumen, Ida (31) warga Beji, Depok mengaku uang belanja setiap hari yang hanya Rp40 ribu biasanya bisa mendapat lima macam kebutuhan pokok, kini hanya bisa membeli tiga bahan pokok saja. ”Biasanya kita siasati dengan membeli kebutuhan sembako yang utama dulu baru yang lainnya,” tandas Ida.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement