Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Target Penyerapan Anggaran PU Meleset

Koran SI , Jurnalis-Kamis, 29 Desember 2011 |07:42 WIB
Target Penyerapan Anggaran PU Meleset
Logo Kementerian PU
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan, sekitar 11,5 persen atau senilai Rp6,529 triliun dari total anggaran Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tahun 2011 sebesar Rp56,912 triliun tidak akan terserap.

Dengan demikian, realisasi penyerapan anggaran diproyeksikan hanya mencapai 88,5 persen atau sekitar Rp50,383 triliun dari target awal tahun sebesar 95 persen. Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan, tidak tercapainya target realisasi penyerapan anggaran itu antara lain dipengaruhi adanya pagu blokir alokasi eskalasi untuk beberapa proyek.

“Realisasi penyerapan anggaran dipengaruhi adanya pagu blokir alokasi eskalasi untuk Waduk Jatigede, renovasi gedung atau kantor balai dan workshop peralatan, serta kenaikan tunjangan kompetensi karya kementerian sebesar Rp 492,6 miliar,” kata Djoko di Jakarta.

Selain itu, jelas dia, realisasi penyerapan anggaran tahun ini juga terganjal belum efektifnya pinjaman lunak yang menyebabkan terhambatnya sejumlah proyek pemerintah.Kemudian, masih adanya kendala pembebasan lahan di proyek pembangunan Waduk Jatigede, ruas tol Medan-Kualanamu,ruas tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), dan ruas tol Solo- Kertosono, juga menjadi faktor melesetnya target penyerapan.

“Kendala lain yaitu keterlambatan penandatanganan kontrak, baik karena proses sanggahan bahkan tender ulang, sehingga pelaksanaan pekerjaan konstruksi tidak sesuai rencana. Selain itu, ada kinerja mitra yang tidak sesuai kontrak,sehingga terjadi putus kontrak, seperti pada pekerjaan peningkatan jalan di Lampung dan Banten,”paparnya.

Prediksi dana tidak terserap itu, lanjut dia, meliputi pagu blokir sebesar Rp492,6 miliar, sisa lelang sebesar Rp1,078 triliun, putus kontrak Rp124 miliar, sisa pagu paket tidak terserap Rp3,852 triliun, alokasi pembebasan lahan tidak terserap Rp588 miliar, dan pagu paket gagal lelang Rp393 miliar.

Adapun, realisasi penyerapan anggaran Kementerian PU hingga 27 Desember 2011 mencapai Rp49,661 triliun atau sekitar 87,26 persen dari total pagu. Sementara, progres pekerjaan fisik telah mencapai 87,44 persen. Djoko mengatakan, presentasi realisasi penyerapan anggaran tahun ini turun dibandingkan tahun lalu sebesar 93 persen.

“Memang secara persentase turun dari 93 persen menjadi hampir 90 persen.Tetapi jika dilihat secara nominal,angkanya lebih besar. Artinya, lingkup pekerjaan yang kami lakukan tahun ini juga jauh lebih besar,”kilahnya.

Terkait dengan itu,tegas dia, Kementerian PU mengupayakan percepatan penyerapan anggaran kementerian tahun depan dengan memulai proses tender 2012 di akhir tahun ini. Hingga saat ini, jelas dia,Kementerian PU telah melelang sebanyak 2.403 paket kerja senilai Rp11,9 triliun atau hampir 20 persen dari total anggaran kementerian pada 2012 sebesar Rp61 triliun.

Wakil Menteri PU Hermanto Dardak menambahkan, ke depan proses pembebasan lahan untuk proyek-proyek infrastruktur prioritas juga akan segera diselesaikan menyusul telah disahkannya Undang-Undang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum. (heru febrianto)

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement