Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

"BI Rate Tidak Ada Peluang Turun di 2012"

Idris Rusadi Putra , Jurnalis-Kamis, 12 Januari 2012 |14:49 WIB
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Kebijakan Bank Indonesia (BI) untuk menahan suku bunga acuan alias BI rate dinilai sangat tepat. Pasalnya ancaman inflasi masih membayangi.

Ekonom Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tingginya inflasi ini terjadi karena adanya kebijakan pemerintah untuk menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL) dan pembatasan penggunaan BBM subsidi pada 2012 ini. Bahkan menurut Purbaya, peluang bank sentral untuk menurunkan BI rate sudah tertutup pada 2012 ini kecuali pembatasan BBM subsidi dibatalkan.

"Pembatasan BBM ada inflasi 0,8 persen, kalau TDL ada inflasi 0,5 persen, dengan angka kira-kira tambahan 1,3 persen tambahan. Bisa dikatakan sampai akhir tahun tidak ada peluang, kecuali pembatasan BBM dibatalkan," ucap Purbaya ketika ditemui di Gedung Kemenko, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta (12/1/2012).

Seperti diberitakan sebelumnya, BI memutuskan untuk menahan tingkat suku bunga acuan (BI rate) di angka enam persen. Pasalnya, BI menilai tingkat suku bunga ini masih bisa digunakan untuk menahan krisis global.

"Rapat Dewan Gubernur memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga di angka enam persen," kata Gubernur BI Darmin Nasution dalam konferensi pers kondisi triwulan IV-2011 di Gedung BI, Jakarta, Kamis (12/1/2012).

Menurut Darmin, BI akan terus konsisten dalam menjaga kestabilan makroprudensial ekonomi Indonesia, dengan menjaga kestabilan nilai tukar rupiah serta kebijakan di sektor keuangan. "Kami masih yakin bahwa di tahun ini, inflasi akan bergerak di angka 4,5 persen plus minus satu, pertumbuhan ekonomi di kuartal satu tahun ini akan berada di 6,5 persen," lanjutnya.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement