Ilustrasi. Corbis.
JAKARTA - Langkah Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuannya (BI Rate) dia angka enam persen diyakini telah mempertimbangkan kondisi fiksal dan likuiditas saat ini masih aman.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Anny Ratnawaty mengatakan, kebijakan yang dilakukan oleh BI telah mempertimbangkan banyak faktor.
"Kalau BI sudah menetapkan itu pasti sudah menghitung implikasinya pada likuiditas dalam keadaan aman. kalau saya yakin begitu karena tidak mungkin juga otoritas moneter tidak pertimbangkan banyak faktor," ungkap Anny ketika ditemui di Gedung Kemenko, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (12/1/2012).
"Buat kita sekarang yang penting jaga belanja di kuartal pertama, termasuk pergerakan harga internasional, mulai minyak (kita) sudah monitor itu, kemudian sampai sejauh mana nanti dampak krisis global ke kita, lewat apa, misalnya ekspor," tambahnya.
Anny menegaskan, dari sisi fiskal yang dipakai adalah SPN tiga bulan dengan basis yang telah dibuat BI. Dia meyakini, turunnya BI Rate sudah diitung dengan matang oleh bank sentral.
"Kalau dari sisi fiskal kan kita pake SPN basis utk postur yaudh buat kita BI kan juga lihat ada apa, pasti BI punya hitungannya. Dengan hitungan ekonomi BI menjaga BI rate enam persen," tutupnya. (mrt) (rhs)