Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bursa Timah Masih Diuji Coba

Yuni Astutik , Jurnalis-Kamis, 12 Januari 2012 |16:05 WIB
Bursa Timah Masih Diuji Coba
Ilustrasi : Timah batangan
A
A
A

JAKARTA - Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) atau Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) bekerja sama dengan Komite Timah Indonesia menyelenggarakan paparan publik Inatin untuk memaparkan lebih detail mengenai peraturan dan tata tertib.

Seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya di Jakarta (12/1/2012) Inatin yang sedang dalam proses finalisasi oleh Bappebti agar seller dan calon buyer dapat memahami mekanisme perdagangan dari Inatin.

"Tidak hanya itu, pihak seller dan buyer pun diberi waktu untuk melakukan demo trading secara langsung," ungkap laporan tersebut.

"Diharapkan dengan adanya pemaparan dan demo trading tersebut pihak seller maupun buyer mampu melakukan trading Inatin dan ke depannya dapat menjadikan harga timah Indonesia sebagai harga acuan dunia," imbuhnya.

Kontrak timah yang diberi kode Inatin adalah kontrak yang diperdagangkan berbasis dolar AS dan satu lot kontrak setara dengan lima metrik ton, dengan kelipatan USD5 per ton.

Perdagangan Inatin akan dilaksanakan secara lelang terbuka hanya dengan satu sesi perdagangan selama 15 menit mulai pukul 14.30-14.45 WIB. Satu menit setelah 15 menit lelang terbuka berlangsung, harga penutupan transaksi akan diumumkan dan menjadi harga penyelesaian untuk transaksi pada hari itu.

BKDI telah menjalin kerja sama strategis dengan PT Banda Ghara Reksa (BGR) selaku gudang penyimpan timah. Kerja sama ini merupakan salah satu kunci keberhasilan karena BGR memiliki peran penting sebagai tempat penyelesaian penyerahan fisik Inatin.

BGR juga bekerja sama dengan penguji mutu independen untuk memastikan kualitas timah yang nanti diserahkan dapat sesuai dengan spesifikasi kontrak yang sudah diterbitkan oleh BKDI dan Komite Timah.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement