Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

9 Negara Eropa Downgrade, Fitch Yakin SUN Indonesia Tetap OK

Gina Nur Maftuhah , Jurnalis-Selasa, 17 Januari 2012 |12:18 WIB
 9 Negara Eropa <i>Downgrade</i>, Fitch Yakin SUN Indonesia Tetap OK
Ilustrasi. Corbis.
A
A
A

JAKARTA - Lembaga Pemeringkat Internasional dari Hong Kong Fitch Rating menilai penurunan peringkat (downgrade) sembilan negara Uni Eropa tidak akan berpengaruh terhadap permintaan global bond yang diterbitkan pemerintah beberapa waktu lalu.

"Belum terlalu berpengaruh, kemarin itu kan kelebihan permintaan (oversubscribed) sampai tiga kali lebih, yield-nya juga ketat. Jadi saya kira belum terlalu berpengaruh dalam waktu dekat," papar Presiden Direktur Fitch Ratings Country Head Indonesia Baradita Katoppo, ditemui di Hotel Four Seasons, Jakarta, Selasa (17/1/2012).

Beberapa waktu lalu, lembaga pemeringkat Standard and Poor (S&P) menurunkan sembilan peringkat negara Uni Eropa (UE). S&P memotong peringkat Italia, Spanyol, Portugal dan Siprus sebanyak dua level dan klasemen Prancis, Austria, Malta, Slowakia dan Slovenia turun satu level.

Penurunan peringkat ini menempatkan Italia di posisi BBB+, sama seperti peringkat Kazakhstan. Sementara Portugal sekarang berstatus junk. Sementara, Indonesia masih belum terpengaruh karena fundamental yang cukup kuat. "Pertumbuhan ekonomi kita masih akan bagus tahun ini," lanjut dia.

Sebelumnya, pemerintah menerbitkan global bond senilai USD1,75 miliar bertenor 30 tahun. Global bond dengan seri RI0142 yang diterbitkan pemerintah ini memiliki yield 5,375 persen dan tingkat kupon sebesar 5,25 persen. Total penawaran yang masuk dari global bond ini sebesar USD3,6 miliar sehingga terjadi kelebihan permintaan sebesar 2,06 kali. (mrt)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement