Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Aman Parkir di Level Rp8.900 per USD

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Jum'at, 20 Januari 2012 |15:30 WIB
 Rupiah Aman Parkir di Level Rp8.900 per USD
Ilustrasi. Corbis.
A
A
A

JAKARTA - Rupiah melanjutkan rally penguatannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Dengan penguatan ini, rupiah menguat selama empat hari belakangan.

Menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah diperdagangkan Rp8.955 per USD dengan kisaran perdagangan Rp8.910-Rp9.000 per USD. Sementara mengutip yahoofinance, rupiah berada di kisaran Rp8.955 per USD dengan range perdagangan di kisaran Rp8.955-Rp8.975 per USD.

Analis Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih mengatakan, positifnya sentimen pasar global telah menjalar ke Asia, termasuk Indonesia. Rupiah masih melanjutkan penguatan dalam jangka pendek ini pasca kenaikan peringkat utang oleh Moody’s.

Sementara analis valuta asing David Summual menuturkan, pergerakan rupiah masih akan terkerek euforia investment grade. Pada penutupan perdagangan kemarin seluruh mata uang regional memang menunjukkan penguatan termasuk Indonesia. Hal tersebut pula yang menurutnya menjadi faktor menguatnya mata uang rupiah selain naiknya rating oleh Moody's.

"Dibandingkan dengan mata uang regional, kita anomali, dan kita menguat. Hampir semua mata uang kemarin menguat. Apalagi sentimennya S&P akan segera menyusul tinggal menunggu waktu," ungkapnya kepada okezone di Jakarta, Jumat (20/1/2012).

David menjelaskan, jika kondisi mata uang terlalu kuat, hal tersebut juga tidak baik. Hal tersebut bisa berpengaruh ke ekspor. "Kemudian ke daya saing produk kita. Jadi level aman saat ini masih di Rp9.000-an," tandasnya. (mrt)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement