Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - Surat utang negara (SUN) atau obligasi yang dikeluarkan pemerintah semakin diminati investor setelah tiga lembaga pemeringkat yakni Moody’s Investment Service, Fitch’s rating dan Japan Credit Rating Agency (JCRA) memberikan predikat layak investasi (investment grade).
Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto mengatakan, total penawaran lima surat utang pemerintah mencapai Rp50,134 triliun.
Angka penawaran tersebut merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah penerbitan obligasi pemerintah. Rekor sebelumnya sempat mencapai Rp32 triliun yang terjadi pada 2011. Pemerintah kembali menggenjot pengumpulan dana lewat penerbitan surat utang untuk menutup defisit anggaran 2012.
Dari hasil lelang lima seri tersebut, pemerintah berhasil menyerap surat utang sebesar Rp10,5 triliun.
"Lelang lima seri surat utang negara dalam mata uang rupiah dilakukan pada 26 Januari 2012. Total penawaran mencapai Rp50,134 triliun. Artinya, demand terhadap obligasi kali ini khususnya SUN semakin meningkat,” ujar Rahmat di Jakarta, Kamis (26/1/2012).
Rahmat menuturkan, minat dan ketertarikan investor terhadap SUN semakin tinggi, khususnya investor asing. Hal ini menggambarkan persepsi asing terhadap kondisi dan fundamental ekonomi Indonesia yang semakin meningkat.
"Ini juga menunjukan persepsi investor dengan perekonomian indonesia di persepsikan bagus,” katanya.
Hasil lelang lima seri surat utang negara (SUN) hari ini meliputi SPN03120429, penawaran yang masuk Rp12,48 triliun. Pemerintah menyerap Rp800 miliar. Jatuh tempo 29 April 2012.
Seri SPN12130111, penawaran yang masuk Rp 12,29 triliun. Pemerintah menyerap Rp 1 triliun. Jatuh tempo 11 Januari 2013. Seri FR0061, penawaran yang masuk Rp 6,109 triliun. Pemerintah menyerap Rp 2,1 triliun. Jatuh tempo 15 Mei 2022.
Seri FR0059, penawaran yang masuk Rp7,421 triliun. Pemerintah menyerap Rp3,4 triliun. Jatuh tempo 15 Mei 2027. Seri FR0058, penawaran yang masuk Rp11,82 triliun. Pemerintah menyerap Rp3,2 triliun. Jatuh tempo 15 Juni 2032. (Wisnoe Moerti/Koran SI/ade)