Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Konversi BBM, Pertamina EP Pasok Gas 5,1 mmscfd

Saugi Riyandi , Jurnalis-Kamis, 02 Februari 2012 |19:43 WIB
Konversi BBM, Pertamina EP Pasok Gas 5,1 mmscfd
Ilustrasi. Corbis
A
A
A

JAKARTA - Presiden Direktur Pertamina EP Syamsul Alam mengatakan Pertamina EP telah menyalurkan gas untuk BBG sejak 2001 melalui PGN sebesar 2,8 mmbtud untuk didistribusikan di wilayah Jabodetabek. Sedangkan untuk program konversi BBM 2012 ini, Pertamina EP akan memasok gas untuk BBG sebanyak 5,1 mmscfd.

"Pasokan itu berasal dari lapangan Tambun sebesar 4 mmscfd dan 1,1 mmscfd dari lapangan Cikarang. PJBGnya telah selesai dengan harga USD 4,37 per mmbtu. Kami siap dan komitmen untuk membantu program ini," kata Syamsul, ditemui dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (2/2/2012).

Dirinya menjelaskan gas dari Pertamina EP saat ini telah siap dialirkan, rencananya gas dari Pertamina EP ini akan dialokasikan untuk stasiun mother daughter yang sedang dibangun oleh Pertamina dan diperkirakan selesai di Juli 2012.

Sementara Presiden Direktur dan General Manager Santos Indonesia Marolijn Wajong menjelaskan saat ini Santos beroperasi di tiga lapangan, antara lain lapangan Maleo yang memproduksi 100 BBTUD yang dialokasikan untuk PGN dan Industri. "Kedua dari Lapangan Oyong dengan produksi 40 BBTUD dan dialokasikan untuk Indonesia Power," katanya.

Ketiga, lanjut dia berasal dari lapangan Wortel dengan kapasitas produksi sebesar 50 BBTUD untuk Indonesia Power, BUMD Sampang dan BUMD Pasuruan. "Santos masih mempunyai satu lapangan baru bernama lapangan Peluang yang akan mulai berproduksi kuartal III-2013 dengan perkiraan total produksi 25-30 BBTUD," ungkapnya.

Saat ini Santos sedang berdiskusi dengan BP Migas, dan kemungkinan besar Santos akan mengalokasikan sekitar 5 mmscfd berasal dari lapangan Peluang. "Lagi diskusi dengan BP Migas belum ada keputusan. Kalau gas diinginkan sekarang maka akan mengambil dari gas eksisting dan itu dapat mengganggu kontrak yang telah ada, baik untuk Indonesia Power maupun PGN," tambah Santos.

Sementara itu, Wakil Presiden Eksplorasi CNOOC SES Ltd, Perkasa Sinagabariang mengatakan semua cadangan gas CNOOC saat ini dialokasikan seluruhnya untuk PLN sebesar 80 MMBTUD sedangkan sisanya untuk generator untuk digunakan sendiri. "Kita sudah bertemu dengan BP Migas dan dirjen Migas, sudah tidak ada lagi cadangan untuk program konversi BBM ini," pungkasnya. (gna)


(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement