JAKARTA - Asia harus meningkatkan pertumbuhan ekonomi domestik dalam situasi krisis ekonomi global dengan meningkatkan kemitraan dan pendanaan untuk memperkuat ketahanan pangan di tengah gejolak harga pangan.
Kepala Kantor Integrasi Ekonomi Regional Asian Development Bank (ADB) Iwan Azis menegaskan, perekonomian di Asia harus mendorong konsumsi dalam negeri agar pertumbuhan ekonomi terus berkelanjutan dan untuk memastikan agar suara mereka ikut menentukan dalam penataan kembali perekonomian global.
"Pada saat yang sama mereka harus memastikan bahwa seluruh penduduk mereka-bukan hanya sebagian kecil mendapatkan manfaat dari pertumbuhan tersebut," ungkap dia dalam siaran persnya, di Jakarta, Senin (6/2/2012).
Selain itu, Ekonom Kepala ADB Changyiong Rhee mengatakan, krisis keuangan telah meningkatkan gejolak harga pangan dan harga komoditi lain di dunia. Keadaan tersebut ditambah dengan ketatnya dana untuk penelitian, terjadinya perubahan iklim dan isu-isu lain menjadi ancaman serius bagi ketahanan pangan di negara-negara anggota Asean.
"Harga pangan yang meningkat dan bergejolak terutama beras berdampak besar terhadap ketahanan pangan jutaan warga ASEAN. Kawasan harus bertindak sekarang dan secara bersama-sama untuk menghindari guncangan akibat lonjakan harga pangan untuk mencegah agar tidak berdampak pada warga yang paling miskin dan rentan dikawasan ini," papar Rhee.
Sementara Menteri Keuangan Agus DW Martowardjojo mengatakan, krisis harga pangan belum lama ini telah menunjukkan pentingnya mewaspadai faktor eksternal yang tidak bisa dihindari semua bangsa yaitu perubahan iklim.
"Ada dua cara mengatasi dampak perubahan iklim dan tingginya harga pangan yakni melalui kerja sama kawasan yang lebih kuat dan melindungi mereka yang rentan terhadap gejolak harga pangan melalui perbaikan infrastruktur yang lebih ramah lingkungan," pungkas Agus. (mrt)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.