Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemerintah Kaji Kenakan Cukai 15 Produk

Koran SI , Jurnalis-Selasa, 14 Februari 2012 |08:44 WIB
 Pemerintah Kaji Kenakan Cukai 15 Produk
Ilustrasi. Corbis.
A
A
A

JAKARTA – Pemerintah telah menyampaikan kajian mengenai kemungkinan 15 produk baru yang akan dikenakan cukai kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk dibahas dan diputuskan bersama.

Namun, 15 produk baru tersebut belum bisa diungkapkan kepada publik dengan pertimbangan masih dilakukan pembahasan. ”Kalau itu disampaikan justru polemik. Saya sebut dikaji dulu.15 produk dikaji kemungkinan bisa atau tidak dikenakan cukai.Tapi,belum tentu dikenakan cukai,” tegas Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan Agung Kuswandono di Jakarta, kemarin.

Dia mengatakan, produk yang berpotensi dikenakan cukai cukup banyak. Menurutnya, dalam Undang-Undang Cukai disebutkan bahwa dasar pengenaan cukai atas suatu barang bukan hanya karena alasan dampak negatifnya terhadap kesehatan, tetapi ada faktor lain seperti dampak terhadap lingkungan hidup.

Dengan demikian, banyak varian produk konsumsi atau yang ketika diproduksi memiliki dampak negatif bisa dikenakan cukai. Proses penentuan sebuah produk layak dikenakan cukai juga diakui tidak mudah. Agung menuturkan, pemerintah tidak hanya melihat dan menghitung dari sisi penerimaan saja, tapi harus dilihat dari sosial masyarakat dan kesehatan.

”Semua dikaji, dari mulai produksinya, cara pemungutan, sosial cost.Jadi,sebelum jadi polemik, tidak disampaikan dulu,”katanya. Sebelumnya anggota Komisi XI DPR RI Maruarar Sirait menuturkan, dalam sejumlah pertemuan dengan pemerintah, wacana perluasan objek kena cukai mengemuka.

Dasar pertimbangannya yang digunakan adalah mengoptimalkan penerimaan negara dengan cara mencari sumbersumber penerimaan baru yang tidak konvensional. ”Dalam melakukan optimalisasi penerimaan negara, pemerintah harus kreatif tetapi juga konstiusional,” ujar Maruarar beberapa waktu lalu. (Wisnoe Moerti)
(mrt)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement