Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Subsidi Listrik Marak Penyimpangan

Saugi Riyandi , Jurnalis-Jum'at, 17 Februari 2012 |14:33 WIB
 Subsidi Listrik Marak Penyimpangan
Ilustrasi. Corbis.
A
A
A

JAKARTA - PT PLN (Persero) menilai subsidi listrik saat ini belum tepat sasaran karena banyak rumah tangga yang memakai lebih dari 100 kwh masih menikmati subsidi tersebut.

Hal ini disampaikan Direktur Perencanaan dan Manajemen Risiko PLN Murtaqi Syamsuddin yang ditemui dalam acara penandatanganan di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Jumat (17/2/2012).

"Kami hanya bersifat memberikan masukan. Saya bilang, bahwa banyak yang menyampaikan subsidi listrik ini banyak dinikmati oleh golongan masyarakat yang tidak pada tempatnya," ujar Murtaqi.

Dia mengatakan, dalam pembahasan Tarif Dasar Listrik (TDL) terakhir ada wacana untuk mendesain kembali TDL yang kurang tepat sasaran. "Jadi orang yang pakai listrik besar tetapi subsidi besar, dia menikmati subsidi besar. Ada masalah keadilan, bukan hanya industri, tapi ada juga rumah tangga," tegasnya.

Menurutnya rumah tangga yang sudah bisa memasang peralatan rumah tangga yang mewah, dan rumah tangga yang hanya dapat menyalakan lampu sebanyak tiga buah besaran subsidinya ternyata sama. "Yang menikmati siapa? rumah tangga perkotaan, masih mengkonsumsi. Ini muncul wacana, bukan merubah TDL, tapi sampai titik mana yang pantas diberi subsidi, selebihnya," ungkapnya.

Lebih lanjut Murtaqi menambahkan, subsidi listrik kenyataan masih dinikmati rumah tangga dengan pemakaian 100-1.000 Kwh. Padahal, subsidi harusnya dinikmati rumah tangga minimun dengan pemakaian 60 Kwh.

"Dalam kajian konsorsium perguruan tinggi, ada enam perguruan tinggi berdasarkan survey, yang nikmati subsidi golongan masyarakat yang tidak sepantasnya. Subsidi dialokasi betul-betul kepada masyarakat yang membutuhkan," pungkasnya. (mrt)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement