Pelabuhan Tanjung Priok. Foto: Heru Haryono/okezone
JAKARTA - Pemerintah masih akan mengkaji penundaan penutupan impor holtikultura yang akan diterapkan di Pelabuhan Tanjung Priok.
Menteri Pertanian Suswono menuturkan, kajian tersebut dilakukan dikarenakan datangnya keluhan dari pengusaha terkait keputusan Permentan nomor 88, 89, dan 90 terkait impor holtikultura.
"Kita sekarang masih dalam kajian, sebagaimana saya sampaikan. Saya baru akan memutuskan akan ditambah waktunya atau tidak, nanti di awal Maret. Sekarang ini masih dalam kajian, saya belum bisa katakan apakah diterima, katakanlah dari keluhan-keluhan mereka (pengusaha) untuk bisa mengundurkan atau tidak ya masih menunggu hasil kajiannya," ungkapnya kala ditemui usai Rakor Pangan, di Kantor Menteri Perekonomian, di Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (20/2/2012).
Lanjutnya, pihak Kementerian Pertanian (kementan) akan memutuskan apakah keputusan tersebut di lakukan penundaan atau tidak paling tidak dua minggu dari tanggal pemberitahuan.
"Insya Allah awal Maret. Ya dua minggu lah dari tanggal pemberlakukan Insya Allah sudah bisa ditetapkan," paparnya.
Seperti diketahui, pemerintah melalui Kementan membatasi impor holtikultura untuk tidak memasuki pelabuhan Tanjung Priok. Sebagai penggantinya pemerintah membuka empat pintu pelabuhan untuk impor holtikultura tersebut yaitu Medan, Makassar, Surabaya, dan Jakarta melalui Bandara Soekarno Hatta. (ade)