Proyek Terminal Holtikultura di Jatim Terancam Batal

Nurul Arifin - Okezone
Rabu, 22 Februari 2012 17:32 wib
Ilustrasi. (Foto: Corbis)
Ilustrasi. (Foto: Corbis)
SURABAYA - Wacana Pembangunan terminal impor holtikultura di Surabaya terancam dibatalkan. Hal itu menyusul surat keberatan yang dilayangkan oleh gubernur Jawa Timur atas pembangunan terminal tersebut di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

"Masih kita cari solusi terbaik. Sebab, gubernur Jawa Timur telah melayangkan surat keberatan," kata Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi, saat sidak pencegahan penangkapan pakaian bekas di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Timur I, Rabu (22/2/2012).

Dia menjelaskan, selain Pelabuhan Tanjung Perak, ada tiga tempat yang boleh melakukan impor holtikultura yakni Bandara Cengkareng, Jakarta untuk jalur Udara. Kemudian di Pelabuhan Belawan Medan dan Makassar. Sedangkan, untuk Pelabuhan Tanjung Perak masih dalam kajian.

Tempat-tempat tersebut merupakan data yang dihimpun dari Kementrian Pertanian. "Karena Jawa Timur keberatan maka akan kami carikan solusi terbaik," ujar dia.

Ketika ditanya apakah Maret ini akan terealisasi pembangunan terminal Impor holtikultura, mantan wakil menteri pertanian ini mengaku belum ada rencana. "Tidak ada pembangunan terminal holtikultura, belum ada rencana," singkatnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifulloh Yusuf meminta pembangunan terminal impor sebaiknya dipindahkan ke pelabuhan lain di daerah yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi daerah itu.

Terlebih lagi, hasil komoditi holtikultura lokal di Jawa Timur sedikitnya memberikan kontribusi 30 persen kebutuhan sayur mayur di Indonesia. Pemprov Jatim sendiri sudah melayangkan surat kepada presiden untuk meninjau ulang surat keputusan menteri pertanian terkait rencana pembangunan terminal holtikultura impor agar Jawa Timur itu. (wdi)
  • jhon » 0 Tanggapan
    Sebenarnya dengan dialihkannya pintu masuk impor hortikultura ke 4 pintu pelabuhan salah satunya surabaya, SANGAT MENGUNTUNGKAN bagi petani didaerah. dengan asumsi bahwa import hortikultura tersebut akan di kirim lagi ke pusat-pusat kota terutama JAKARTA yang mana akan menambah cost, dan selanjuntnya akan dibebankan ke konsumen. Dengan demikian harga jual buah import tersebut akan lebih mahal, sehingga konsumen akan beralih mengkonsumsi buah lokal dgn dengan harga yang bersaing bahkan mungkin lebih murah. Jadi asumsinya bahwa buah pertanian lokal pangsa pasar tersebar adalah jakarta. ( note : cost/biaya impor dari luar negri ke jakarta lebih murah dibanding cost dari dari daerah (jawa) ke jakarta, boleh coba dibuktikan. ))
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit