Waralaba Lokal Tak Kalah dengan Brand Asing

Iwan Supriyatna - Okezone
Kamis, 23 Februari 2012 19:34 wib
Ilustrasi. (Foto: Corbis)
Ilustrasi. (Foto: Corbis)
JAKARTA - Kendati sektor waralaba Indonesia sekarang tengah diserang oleh asing, waralaba lokal diyakini bisa bertahan.

"Kita tidak kalah dengan brand-brand asing. Kita harus fight kita lawan mau tidak mau. Buktinya kita lebih survive dari jumlah outlet yang retail lokal sudah mempunyai jaringan yang sudah di franchise-kan kira-kira tidak kurang dari 13.500 outlet," kata Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta di Jakarta, Kamis (22/2/2012).

Dia menjelaskan, pertumbuhan sektor ritel saat ini memang sangat pesat. Misalnya dari minimarket berkembang menjadi kafe dan pusat hiburan atau sebaliknya. Menurut Tatum, waralaba asing dan lokal itu pasti beda brand. Mereka memiliki pangsa pasar masing-masing. "Mungkin waralaba asing ada makanannya, waralaba dalam negeri juga ada makanan meskipun berbeda rasanya, taste-nya," tuturnya.

Ketika masyarakat lebih banyak memilih ke asing, kata dia, itu karena tempat dan mungkin juga karena faktor gengsi.

"Ini memang perkembangan marketing yang disesuaikan dengan selera konsumen dan Indonesia mesti belajar hingga produk-produk lokal harus disesuaikan khususnya makanan. Hanya bagaimana cara mengelolanya secara profesional dan di sesuaikan dengan cara penyajiannya yang cepat," terangnya.

Di mana waralaba asing bergerak di wilayah-wilayah tertentu dengan produk yang spesifik untuk segmen tertentu. "Mau tak mau harus fight, bersaing secara sehat, dengan dukungan dari pemerintah pastinya," ungkap dia.

Menurutnya, pemerintah harus bertindak adil karena harus menjaga kredibilitas mereka di mata internasional yang sudah sama-sama bekerja sama dengan negara lain. Saat ini perbandingan waralaba asing yang masuk ke Indonesia dengan waralaba Indonesia keluar dari jumlahnya untuk ritel kelas minimarket sudah ada tiga sampai empat brand yang sudah masuk ke Indonesia.

"Brand lokal juga saat ini menguat seperti Alfamart, Indomaret, Yomart yang merupakan aset negara yang mesti dijaga," beber dia. (wdi)
TWITTER »
twit