Pelaku Industri Bisa Adaptasi Kenaikan Harga BBM

Kamis, 23 Februari 2012 19:37 wib
Ilustrasi. Foto: Koran SI
Ilustrasi. Foto: Koran SI
JAKARTA - Industri nasional dipercaya bisa mengadaptasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, para pelaku industri sudah memperkirakan hal itu akan terjadi. Para pelaku industri juga sedang menghitung ulang dan menyiapkan sejumlah antisipasi guna menghadapi kenaikan itu.

"Mereka sudah mengerti dan sedang menghitung total biaya produksi,” kata Hidayat di Jakarta, Kamis (23/2/2012).

Dia berharap, kenaikan tersebut tidak akan menyebabkan kenaikan harga jual barang. "Yang penting, bea-bea tambahan, seperti pungli-pungli, biaya perizinan, bea di jalan dan pelabuhan, dan biaya bunga yang terlalu tinggi harus ditekan,” ujarnya.

Menurutnya, kenaikan harga BBM akan menghasilkan penghematan subsidi hingga Rp40 triliun. "Idealnya, subsidi diberikan hanya kepada yang berhak, BLT untuk yang miskin. Di sisi lain, tinggal bagaimana menekan beban tambahan lainnya," ucapnya.

Setelah adanya kenaikan harga BBM, lanjutnya, pemerintah akan melakukan rencana jangka menengah dan panjang, yakni konversi dari BBM ke BBG. "Road map-nya, penggunaan gas yang akan lebih besar. Atau, ke Pertamax yang tanpa subsidi,” tuturnya.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin), lanjut dia, siap menjalankan program konversi tersebut sambil menunggu arahan untuk melakukan pemesanan converter kit yang membutuhkan waktu sekira dua bulan.

"Memang, kalau konversi tidak bisa langsung cepat. Untuk awal, kemungkinan order sekira 2.000 unit per bulan," jelasnya. (Sandra Karina/Koran SI/ade)
TWITTER »
twit