Tekanan Jual Mereda, IHSG Diprediksi Flat

Yuni Astutik - Okezone
Jum'at, 24 Februari 2012 08:12 wib
Ilustrasi. Foto: Okezone
Ilustrasi. Foto: Okezone
JAKARTA - Tekanan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan sudah mereda. Meski begitu, IHSG diperkirakan bergerak fluktuatif dan masih berada di bawah 4.000.

"Hari ini kami perkirakan indeks tekanan indeks akan mulai mereda. IHSG diproyeksikan akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah terbatas pada kisaran support-resistance 3.928-3.981," kata Research Analyst PT Panin Sekuritas Tbk, Purwoko Sartono, di Jakarta, Jumat (24/2/2012).

Pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG tertekan oleh sentimen negatif dari rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sehubungan dengan terus merambat naiknya harga minyak mentah dunia.

Gubernur Bank Indonesia (BI) menyatakan jika harga BBM bersubsidi dinaikkan lebih dari Rp1.000 per liter, angka inflasi tahun ini akan melampaui proyeksi BI 5,5 persen.

"Selain dari rencana naiknya harga BBM, pelemahan indeks juga dipengaruhi oleh melemahnya data makro ekonomi Eropa dan Amerika Serikat (AS). Kami melihat saham sektor konsumsi, semen, dan konstruksi masih cukup menarik untuk trading jangka pendek," ujarnya.

Berikut prediksi IHSG dari sejumlah sekuritas

Sinarmas Sekuritas

Secara teknikal indeks berpotensi melanjutkan pelemahan pada kisaran 3.930-3.980. Data ekonomi AS, seperti data klaim tingkat pengganguran dan antisipasi akan hasil laporan keuangan 2011. Perusahaan domestik, dapat memberikan sentimen terhadap indeks.

MNC Secuities

IHSG akan bergerak di kisaran 3.928-3.988. Pola Black Opening Marubozu terbentuk atas IHSG sehingga mengindikasikan masih berlanjutnya tekanan jual. (mrt) (rhs)
TWITTER »
twit