Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

"Bapak Wamen Tidak Punya Sejarah Penyakit Serius"

Iman Herdiana , Jurnalis-Sabtu, 21 April 2012 |21:37 WIB
Wamen ESDM Widjajono Partowidagdo. (Foto: okezone)
A
A
A

BANDUNG-Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surono, mengaku sangat kehilangan Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo. Bagi Surono, Wamen adalah sosok pejabat negara yang mencintai alam, khususnya gunung.
 
"Hobi Wamen sendiri dari dulu memang naik gunung. Baginya, manusia bagian dari alam. Dan manusia tidak bisa menaklukan alam. Itu rumus utama (almarhum)," kata Surono, di Kantor PVMBG, Jalan Diponegoro Bandung, Sabtu (21/4/2012).
 
Surono yang juga kolega Wamen ESDM di bidang geologi menuturkan, bagi Wamen naik gunung bukan hanya memberi pelajaran terhadap fisik, tetapi juga emosi. Pendaki harus mengatur strategi secara cermat supaya bisa naik ke puncak. Pendaki dilarang emosional.
 
Sehingga Surono mengaku sangat berduka atas meninggalnya sosok ilmuwan yang juga pecinta alam itu.
 
"Kita berduka untuk itu. Dan sangat menyesal dengan berpulangnya beliau," ungkapnya
 
Surono yang ditunjuk Kementerian ESDM sebagai Koordinator Evakuasi, tidak yakin jika Wamen ESDM yang juga Guru Besar ITB itu memiliki riwayat penyakit serius.
 
"Saya yakin Bapak Wamen tidak punya sejarah penyakit serius," tegasnya.
 
Dia menduga Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo meninggal karena faktor kelelahan hingga kehabisan oksigen saat mendaki Gunung Tambora.
 
Menurutnya, Wamen mendaki salah satu gunung tertinggi di Indonesia. Ketinggian Gunung Tambora mencapai 2.851 mpdl. Dalam ketinggian itu, oksigen sangat tipis. Pendaki harus betul-betul dalam kondisi fit dan stamina yang baik. Sebab makin tinggi pendakian cadangan oksigen makin menipis.
 
Dalam perjalanan pendakian, sambung Surono, dikabarkan oleh petugas pos pengamat Gunung Tambora bahwa Wamen sedang tidak fit. Berkali-kali dia istirahat, meski tetap melanjutkan perjalanan.
 
"Saya berpraduga, Bapak Wamen kelelahan dan kurang oksigen. Berarti ke otak dan darah beliau kurang asupan oksigen sehingga jadi masalah serius," tutupnya.(kyw)

(Widi Agustian)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement