Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Biayai UMK, PNM Butuh Dana Rp2,5 Triliun

J Erna , Jurnalis-Selasa, 24 April 2012 |17:09 WIB
Biayai UMK, PNM Butuh Dana Rp2,5 Triliun
Ilustrasi. Foto: Okezone
A
A
A

JAKARTA - PT Permodalan Nasional Madani (PNM) membutuhkan dana sebesar Rp2,5 triliun untuk membiayai sektor usaha mikro dan kecil (UMK) melalui Unit Layanan Modal Mikro (Ullam).

"Kebutuhan dana untuk Ullam tahun ini sebesar Rp2,5 triliun. Adapun sumber dana tersebut berasal dari internal dan eksternal perusahaan," kata Executive Vice President PNM Bambang Siswaji, di Jakarta, Selasa (24/4/2012).

Dia menambahkan, sumber pendanaan untuk Ullam tersebut berasal dari obligasi, Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT), serta sisanya dari perputaran uang di perusahaan. Bambang merinci, dana tersebut berasal dari obligasi sebesar Rp500 miliar, Rp600 miliar dari RDPT, dan sisanya dari internal perusahaan.

Sementara itu, perseroan akan menerbitkan RDPT dalam dua tahap dengan total dana  mencapai Rp600 miliar. Tahap pertama, PNM akan menerbitkan RDPT pada Juni atau Juli tahun ini senilai Rp300 miliar. Selanjutnya, RDPT dengan nilai yang sama akan kembali diterbitkan tiga bulan setelahnya.

Sekadar informasi, PNM akan menerbitkan obligasi sebesar Rp500 miliar pada Oktober tahun ini. Selain itu, perseroan juga akan menerbitkan Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) dengan total nilai mencapai Rp600 miliar.

Adapun untuk RDPT akan dibagi dalam dua tahap dengan total dana mencapai Rp600 miliar. Tahap pertama, PNM akan menerbitkan RDPT pada Juni atau Juli tahun ini senilai Rp300 miliar. Selanjutnya, RDPT dengan nilai yang sama akan kembali diterbitkan tiga bulan setelahnya.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement