Meski Disuntik Pemerintah, Laba BUMN Ini Turun Jadi Rp358 Miliar

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 08 Februari 2021 14:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 08 320 2358531 meski-disuntik-pemerintah-laba-bumn-ini-turun-jadi-rp358-miliar-iS5ZzSOlRg.jpg Rupiah (Shutterstock)

JAKARTA - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM mencatat laba sepanjang 2020 senilai Rp358 miliar. Jumlah itu menurun signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama 2019 sebesar Rp977,31 miliar.

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi mengakui, laba 2020 yang dibukukan perseroan pelat merah itu tidak lebih baik dari laba di tahun 2019. Penurunan profit tahun lalu disebabkan adanya kontraksi keuangan yang terjadi pada periode April-Juni. Di mana, selama tiga bulan perseroan membukukan kerugian.

 Baca juga: Biayai UMKM Bersama BRI dan Pegadaian, PNM: Ikuti Arahan Erick Thohir

Meski begitu, pertumbuhan pendapatan masih tercatat positif karena didorong oleh dana hibah dari program kemitraan (PK).

"Secara pertumbuhan pendapatan memang kita tumbuh positif. Laba 2020 banyak disumbang dari hibah PK dalam mendukung leverage kami," ujar Arif dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR Senin (8/2/2021).

Baca juga: Erick Thohir Rombak Direksi dan Komisaris PNM, Berikut Daftarnya

Sejak Juni tahun lalu, kinerja keuangan mulai membaik. Arief mencatat, manajemen telah melakukan perluasan penyaluran kredit dari posisi 6,1 juta nasabah menjadi 8 juta hingga akhir tahun lalu.

Dalam catatan MNC Portal Indonesia, hingga 30 September 2020 atau di kuartal III-2020, PNM mencatatkan jumlah nasabah PNM Mekaar mencapai lebih dari 6,8 juta orang dengan nilai penyaluran kredit mencapai Rp15,3 triliun

Perusahaan juga mencatat baki debet Mekaar sebesar Rp12,7 triliun dan NPL berada di angka 0,11 persen. Total aset PNM hingga 30 September 2020 mencapai Rp26 triliun.

"Untuk jumlah penyaluran ULaMM dan Mekaar, tumbuh sebesar 6,08 persen yoy dan outstanding ULaMM dan Mekaar tumbuh sebesar 21,60 persen yoy. Jumlah nasabah ULaMM dan Mekaar juga tumbuh 27,01 persen," katanya.

Sementara itu, sepanjang 2020 perseroan telah menerima suntikan dana dari pemerintah berupa Penyertaan Modal Negara (PNM) sebesar Rp2,5 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini