2 Kali Disuntik, PNM Dapat Rp2,5 Triliun di 2020

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 08 Februari 2021 15:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 08 320 2358594 2-kali-disuntik-pnm-dapat-rp2-5-triliun-di-2020-p7c4Su20nj.jpg Rupiah (Okezone)

JAKARTA - Pemerintah menggelontorkan anggaran dalam skema Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM sebesar Rp2,5 triliun. Bantuan tersebut diperoleh sepanjang 2020.

Direktur Utama PNM Arief Mulyadi menuturkan, suntikan dana segar itu diberikan pemerintah secara bertahap. Pertama, perseroan menerima PMN sebesar Rp1 triliun pada 29 Juli 2020. Sedangkan pada 3 Desember 2020 senilai Rp1,5 triliun.

 Baca juga: Meski Disuntik Pemerintah, Laba BUMN Ini Turun Jadi Rp358 Miliar

"Tahun 2020 kami mendapat dua kali tambahan PMN, lewat APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) 2020 dan sesuai dengan UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) tambahan PMN sebesar Rp1,5 triliun. Total kami dapatkan Rp2,5 triliun," ujarnya dalam RDP bersama Komisi VI DPR Senin (8/2/2021).  

PMN menjadi pembiayaan tambahan untuk memperluas penyaluran kredit bagi pelaku usaha ultra mikro melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar).

 Baca juga: Biayai UMKM Bersama BRI dan Pegadaian, PNM: Ikuti Arahan Erick Thohir

"Dananya kami salurkan, tapi dengan masuknya dana (PMN) sebagai modal menambah kemampuan kami me-leverage. Banyak dana yang kami ambil juga dari pasar modal dan MTN, maupun perbankan komersial dan pinjaman pemerintah dari PIP," kata dia.  

Dalam catatan perseroan, sepanjang 2020 penyaluran mencapai Rp26,9 triliun. Angka itu tumbuh 12 persen bila dibandingkan dengan periode serupa 2019 sebesar Rp24 triliun.

Meski begitu, Arief mengakui untuk pertumbuhan nasabah tidak seagresif. Dimana, sepanjang tahun lalu jumlah nasabah baru mencapai 1,8 juta. "Tidak seagresif pertumbuhan tahun sebelumnya, karena banyak nasabah baru yg kami akuisisi atau biayai di tahun 2020. Juni-Desember ada 1,8 juta nasabah baru yang kami beri pembiayaan," katanya.

 

Tercatat, laba PNM meningkat jadi Rp 358 miliar dengan total aset tumbuh 27,3 persen sebesar Rp 31,7 triliun. Peningkatan aset ini diiringi oleh peningkatan liabilitas dengan total Rp 26,1 triliun.

 

"Pendapatan meningkat. Dan laba walaupun di bawah 2019, laba 2019 banyak disumbang dari hibah program PK (program kemitraan) yang kami terima dalam rangka mendukung kemampuan leverage. Kalau total aset tumbuh 27,3 persen hingga Desember 2020. Udited baru selesai 29 Januari oleh KAP Rp31,7 triliun. Peningkatan aset diiringi peningkatan liability kami, pasar modal 59 persen, bank 27-28 persen, sisanya PIP 31 persen," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini