JAKARTA - Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) mengaku untuk pertama kalinya gas alam cair (LNG) dipasok ke domestik.
"Tahun ini, untuk pertama kalinya LNG dipasok ke domestik," ujar Kepala Divisi Humas, Sekuriti, dan Formalitas BP Migas Gde Pradnyana, dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone, Rabu (2/5/2012).
Sebelumnya, seluruh produksi LNG diekspor ke Asia Pasifik dan Amerika Serikat (AS) karena tidak adanya infrastruktur pendukungnya.
Gde menegaskan, BP Migas terus berupaya meningkatkan pasokan gas domestik setiap tahunnya, mulai 2009 porsi domestik telah lebih tinggi dari ekspor. Jumlah untuk domestik akan makin bertambah dengan beroperasinya terminal terapung penerima LNG di Teluk Jakarta.
Di samping itu, BP Migas berhasil mendorong produsen gas bumi di Kalimantan Timur, khususnya Total E&P Indonesia sebagai pemasok terbesar kilang LNG Bontang, untuk mengalokasikan sebanyak 11,75 juta metrik ton LNG selama 11 tahun kontrak dengan harga USD 11 per mmBtu.
Harga ini masih di bawah harga ekspor yang sekitar USD 18 per mmbtu. Meski lebih murah, domestik dianggap perlu mendapat prioritas. "Karena pasokan gas tersebut dapat memberikan efek berganda (multiplier effect) pada perekonomian nasional," pungkas Gde.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.