JAKARTA - Indonesia masih membutuhkan tenaga kerja yang berkualitas. Pasalnya, dari 112 juta tenaga kerja, hampir 90 persen hanya memiliki jenjang pendidikan hingga sekolah menengah atas.
Chief Economist Bank Mandiri Destry Damayanti mengatakan, kualitas sumber daya manusia Indonesia yang relatif masih rendah dibandingkan dengan negara tetangga merupakan salah satu kelemahan Indonesia ditengah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sedang baik.
Destry mengatakan, penduduk Indonesia besar dan terdapat 112 juta tenaga kerja. Tapi ternyata tenaga kerja yang memiliki pendidikan dengan jenjang SD-SMP mencapai 67 persen dan apabila digabung dengan penduduk yang berpendidikan SMA maupun SMK maka jumlahnya mencapai 90 persen dari total tenaga kerja.
"Artinya kita banyak SDM, tenaga kerja tapi skillnya kurang. Jadi penting untuk ditingkatkan. Itu salah satu kelemahan dan tantangan untuk perkembangan ekonomi kita," ujarnya di sela-sela Macroeconomic & Market Outlook 2012 di Jakarta, Rabu (23/5/2012).
Selain masalah SDM, Destry menggarisbawahi permasalahan dan tantangan pertumbuhan ekonomi Indonesia seperti kondisi infrastruktur yang belum memadai, sektor keuangan yang rentan terhadap gejolak ekonomi global, serta dominasi kepentingan politik dalam kebijakan ekonomi.
"Dominasi kepentingan politik dalam kebijakan ekonomi ini contohnya BBM. Ekonom bilang harganya tidak masuk akal dengan disparitas harga tapi kebijakan politik yang cover ekonomic decision, akibatnya kebijakan ekonomi tidak tajam," katanya.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.