JAKARTA - Nilai tukar rupiah beberapa waktu lalu sempet bergejolak dan melemah hingga menyentuh Rp9.600 per USD. Namun, intervensi yang dilakukan Bank Indonesia (BI) telah membuat rupiah kembali stabil.
Menteri Koordinator Bidang Perkonomian Hatta Rajasa mengatakan, menjaga rupiah menjadi salah satu poin untuk mempertahankan ketahanan pertumbuhan ekonomi. Meskipun, saat ini yang diketahui memang sudah mulai melambat.
"Kita harus jaga stabilitas rupiah kita, dan itu domainnya BI jaga stabilisasi harga," ungkapnya kala ditemui di Muara Angke, Jakarta, Selasa (4/6/2012).
Seperti diketahui, pelambatan ekonomi dialami negara-negara di dunia hampir secara keseluruhan. Faktor yang mejadi penyebab adalah situasi di Eropa yang masih memburuk. Negara seperti Jepang, India, China dan yang lainnya juga mengalami perlambatan bahkan penurunan.
Hatta menambahkan, langkah yang mesti juga dilakukan untuk mendongkrak perekonomian adalah peningkatan daya saing. Agar ketika terjadi kompetisi, produk yang diekspor tetap terjaga kualitas dan mampu disandingkan dengan produk lain.
"kita juga harus tetap membuka pasar-pasar baru, tidak hanya pasar tradisional kita sesama Asean, negara Afrika kalo perlu kembangkan, termasuk pasar-pasar di negara yang mengalami pertumbuhan tinggi seperti negara-negara kawasan Afrika," paparnya.
Selain itu, dia mengungkapkan yang harus diperhatikan adalah pengembangan market di dalam negeri sendiri. Dengan begitu, Indonesia sudah bisa bertahan dan tidak tergerus efek negatif negara-negara lain.
"Nah kita semestinya bersyukur kuartal-I kita masih tumbuh 6,5 persen meskipun tanda-tanda pelemahan permintaan dunia sudah mulai terasa karena lemahnya," tukas dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.