MEDAN - Pertumbuhan perekonomian Indonesia yang relatif cukup baik saat ini terancam stagnan akibat banyaknya persoalan yang harus dihadapi pelaku usaha.
Permasalahan ini mulai dari perizinan, perburuhan, keterbatasan lahan, perpajakan, aturan perdagangan hingga ke faktor internasional yang membuat tekanan pada pengusaha terasa semakin berat.
"Kita kan terancam stagnan sekarang. Lihat saja, kepastian hukum tidak ada, persoalan agraria, perizinan yang rumit dan lain-lainnya lagi. Memang mau tidak mau harus bertahan, tapi kan kita harus tetap mencari solusi," ungkap Wakil Ketua Bidang Investasi dan Promosi Jonner Pasaribu kepada Okezone, Rabu (6/6/2012).
Keberadaan pasar investasi baru yang lebih sehat dan terbuka terhadap ekspansi, dilanjutkan Jonner, merupakan kebutuhan mendasar yang dapat mampu menjadi solusi atas peliknya persoalan tersebut.
"Sekarang kita harus ekspansi, Nigeria salah satunya, ini solusi terdekat yang kita punya saat ini karena pemerintah mengaku siap memberikan kemudahan dari sisi investasi maupun sisi pendukung lainnya agar modal dari Indonesia dapat mendorong pertumbuhan ekonominya," tambah dia.
Beberapa perusahaan skala besar Indonesia pun sudah merasakan kemudahan yang dijanjikan pemerintah Nigeria.
"Kalbe Farma dan Salim Group misalnya, mereka telah memberikan testimoni langsung atas kondisi di sana," tambah dia.
Meski pasar dalam negeri diakui cukup luas dan terus berkembang, tetapi keterbatasan lahan, pasokan komoditas maupun krisis energi menjadi pendorong utama mandegnya perekonomian Indonesia.
Sementara di Nigeria adalah negara dengan pertumbuhan ekonomi di kawasan sahara yang memiliki sumber daya alam cukup besar baik komoditas maupun energi.
Khusus untuk lahan, diakui Jonner sebagai yang paling menarik, karena para investor
dapat memperoleh lahan di utara Nigeria dengan harga penentuan secara bipartit dengan kepala suku di kawasan itu. Bahkan salah satu perusahaan kita mendapatkan kontrak lahan yang sangat murah dan mudah.
"Di utara Nigeria masih ada harga sewa tanah USD1 per meter selama sepuluh tahun dan kontraknya bisa langsung 80 tahun. Kita tinggal negosiasi saja sama kepala suku," tandasnya. (gna)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.