Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pembangunan Infrastruktur di Kawasan Transmigrasi Diklaim Diintensifkan

Iman Rosidi , Jurnalis-Jum'at, 08 Juni 2012 |17:24 WIB
Pembangunan Infrastruktur di Kawasan Transmigrasi Diklaim Diintensifkan
Ilustrasi. Foto: Koran SI
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) melakukan percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan transmigrasi yang tersebar di 44 Kota Terpadu Mandiri (KTM) di seluruh Indonesia. Upaya percepatan pembangunan infrastruktur itu telah dilakukan selama kurun waktu dua tahun belakangan ini.

Pembangunan infrastruktur yang diintensifkan antara lain pembukaan lahan untuk kawasan transmigrasi, pembangunan jalan poros/penghubung dan jalan desa, pembangunan rumah dan jamban keluarga dan sarana air bersih.

“Pembangunan di kawasan transmigrasi diintensifkan untuk mempercepat ketersediaan layanan dan fasilitas pendukung di kawasan transmigrasi yang bisa dimanfaatkan para transmigrasi untuk meningkatkan kesejahteraannya," kata Dirjen Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi (P2KTrans), Jamaluddin Malik, di Kantor Kemenakertrans, Jakarta, Jumat (8/6/2012).

Selama 2010-2011, pembukaan lahan di kawasan transmigrasi telah mencapai  13.132,25 Ha, yang terdiri dari 6.390,25 ha pada 2010 dan 6.742 Ha pada 2011. Sedangkan pembangunan infrastruktur berupa jalan telah terbangun sepanjang 565, 5 km.

“Untuk pembangunan infrastruktur jalan diutamakan fasilitas jalan poros/penghubung antar kawasan transmigrasi dan pembangunan jalan di pedesaan. Jumlahnya mencapai 280, 62 km pada 2010 dan 284, 88 Km tahun 2011," jelasnya.

Sedangkan untuk pembangunan rumah transmigran dan jamban keluarga, pihak Kemnakertrans telah membangun 14.661 unit yang terdiri dari 7.070 unit tahun 2010 dan 7.591 unit.

"Untuk melengkapi kebutuhan air bersih di kawasan transmigrasi, pemerintah membangun sarana air bersih sebanyak 3.625 unit. Meskipun masih terbatas, namun fasilitas air bersih ini sangat membantu kehidupan para transmigran," tuturnya.

Jamaluddin menambahkan pembangunan dan pengembangan kawasan transmigrasi diupayakan menjadi garda terdepan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat luas.

”Pembangunan dan pengembangan transmigrasi tidak hanya sekedar memberikan peningkatan kesejahteraan masyarkat di lokasi saja, tapi mampu berkontribusi dalam pembangunan ekonomi baik mulai dari lingkup kecamatan, kabupaten/kota, provinsi sampai nasional. Ini memberikan kontribusi besar bagi pembangunan daerah," kata Jamaluddin.

Dijelaskan Jamaluddin, pembangunan dan pengembangan transmigrasi ke depanya tidak semata pembangunan lokalitas saja, tapi menjadi pilar-pilar pembangunan nasional. Pembangunan dan pengembangan transmigrasi harus menjadi komplemen (saling melengkapi dan memperkuat) antara satu kecamatan dengan kecamatan lain, antara kabupaten/kota dengan kabupaten kota lainnya, antar provinsi satu dengan provinsi lainnya.

Namun untuk memperkuat dan mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi, pihak Kemnakertrans membutuhkan adanya dukungan kebijakan dan anggaran  dari pemerintah pusat, pemerintah daerah dan lintas kementerian terkait.

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi  telah berhasil menempatkan sebanyak 8.392  kepala Keluarga (KK) transmigran pada 2011, sedangkan pada 2012 diproyeksikan 9.500 KK transmigran akan difasilitasi untuk ditempatkan di berbagai kawasan transmigrasi di Indonesia.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement