JAKARTA - Sistem transaksi perdagangan yang terintegrasi dari mulai order, eksekusi transaksi, konfirmasi/afirmasi hingga settlement (Straight Through Processing/STP) di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan segera terealisasi.
Pihak regulator yaitu Badan Pengawas Pasar Modal Indonesia (Bapeppam-LK) maupun perusahaan efek anggota bursa (AB) telah menyatakan kesiapan untuk menjalankan otomatisasi sistem tersebut. Hanya tinggal beberapa persoalan teknis yang diperkirakan selesai pada bulan ini.
"Uji coba kesiapan (mock-trading) sistem otomatisasi di pasar modal (STP) telah dilakukan pada Sabtu lalu. Kami akan laporkan ke Bapepam-LK, sehingga akhir Juni 2012 bisa terealisir," ujar Direktur Utama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) Hoesen dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (11/6/2012).
Hoesen mengatakan, sejauh ini sudah 90 persen lebih AB yang sudah menyatakan kesiapan sistem back office dalam pelaksanaan STP. Diharapkan mereka siap sebelum akhir bulan.
Ketua Bapepam-LK, Nurhaida mengatakan saat ini sistem untuk implementasi STP sudah dimiliki dan saling terintegrasi antar ketiga lembaga penyelenggara pasar modal (self regulatory organizations). Regulator bersama ketiga SRO saat ini tengah memastikan bahwa sistem perdagangan tersebut dapat terintegrasi dengan sistem back office dari masing-masing anggota bursa.
“Saat ini sistem yang terhubung dengan back office dari anggota bursa tengah dibenahi hingga seluruh sistem perdagangan di pasar modal sudah terhubung semua," kata Nurhaida.
Menurut dia, sistem STP sudah dalam tahap final. STP, lanjutnya, memerlukan adanya RDN di masing-masing sekuritas. Dengan RDN, nantinya setiap serah terima efek dan dana dapat langsung dilaksanakan secara otomatis tanpa adanya manualisasi input baik oleh bank kustodian maupun anggota bursa.
“Dana nasabah yang belum dibukakan RDN harus dikembalikan kepada bank asal nasabah tersebut membuka rekeningnya,” tambahnya.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.