Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Demam Piala Eropa, Pedagang Ini Raup Rp8 Juta/Hari

Pebrianto Eko Wicaksono , Jurnalis-Sabtu, 23 Juni 2012 |13:05 WIB
Demam Piala Eropa, Pedagang Ini Raup Rp8 Juta/Hari
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Semarak pertandingan sepak bola antara negara di Eropa membawa dampak positif terhadap penjual perlengkapan olahraga khususnya yang menjual pernak-perniknya.

Dampak positif tersebut adalah adanya peningkatan penjualan pada kaos tim, jaket, accesories, seperti syal dan kaos kaki yang berbau tim Piala Eropa. 

Menurut Reno, seorang penjual perlengkapan olah raga berupa jaket, syal, kaos kaki di Pasar Tanah Abang, Jakarta, mengaku tokonya mengalami peningkatan penjualan. Jika biasanya hanya meraup penjualan sebesar Rp5 juta per hari, namun karena ada demam Euro maka penjualannya meningkat menjadi Rp8 juta per hari.

"Peningkatan lumayan, rata-rata yang biasa Rp5 juta per hari jadi Rp8 juta per hari," ungkap Reno saat Okezone berkunjung ke kiosnya di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Sabtu (23/6/2012). 

"Peningkatan penjualan terlihat pada seminggu sebelumnya dan Kostum yang paling laris Jerman Sekarang Jerman dengan Spanyol," imbuhnya.

Untuk barang yang dijual, Reno memasang tarif antara Rp540-780 ribu per lusin atau Rp55-65 per pieces untuk jaket. Sedangkan utuk batik yang berlogo tim sepak bola, Reno mematok harga Rp720 per lusin atau Rp60 ribu per potong.

Hal yang sama juga dia alami seorang penjual kaos bola. Penjual kostum berupa kaos dan jaket di toko fitra sport, yaitu Irwan, mengaku tokonya juga mengalami peningkatan penjualan anatara 20-30 persen semenjak ada kejuaran sepak bola negara Eropa.

"Ada peningkatan penjualan, sekitar 20-30 persen, enggak setinggi saat piala dunia," jelas irwan.

Irwan mengakui peningkatan penjualan yang dialaminya mulai terlihat saat dua minggu sebelum Euro berlangsung. "Peningkatan penjualan dua minggu sebelum Euro, kalau kaos dari harga Rp120 -140 per pieces," ungkap Irwan.

Irwan menambahkan, untuk kostum yang dijualnya merupakan impor dari china dan Thailand. Kostum yang diserbu pelangnggannya adalah kostum dari negara Jerman, Prancis, Spanyol, Portugal, dan Belanda.

"Untuk jaket, import dari Thailanddan China sementara kaos Jersey impor dari Thailand. Kostum yang laris, Jerman, Prancis, Spanyol, Portugal, dan Belanda," tegas Irwan.

Lebih jauh dia mengaku jika setiap harinya Irwan bisa menjual empat lusin kostum. Adapun pelanggannya adalah pendagang  lewat online dan mahasiswa. "Untuk penjualan  Sekitar lusin perhari, Langganan biasa lewat online. Dan kalangan mahasiswa," tandasnya. (nia)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement