Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

"Rupiah Volatile Itu Tak Selalu Melemah"

Yuni Astutik , Jurnalis-Selasa, 10 Juli 2012 |18:30 WIB
Gubernur BI Darmin Nasution
A
A
A

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengakui nilai tukar rupiah beberapa waktu terakhir terus berfluktuasi seiring dengan kondisi yang terjadi di Eropa.

Namun BI menuturkan, gejolak yang terjadi pada mata uang rupah tidak selalu diartikan rupiah mengalami pelemahan.

"Volatile itu tidak selalu berarti rupiah melemah, artinya begini, dalam proses penyelesaian Eropa misalnya," kata Gubernur BI Darmin Nasution saat ditemui wartawan di DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/7/2012).

"ECB sudah menurunkan suku bunga, Inggris quantitativ easing, sebentar lagi mereka rekap semua itu hasilnya likuiditas bertambah. Kalau likuiditas bertambah, semuanya itu akan nyari tempat untuk mendapatkan gain yang lebih tinggi. Itu berarti fluktuasi tidak selalu arahnya melemah," imbuhnya.

Dia juga mengatakan, kemungkinan rupah masih akan terus bergejolak hingga triwulan III-2012. Namun, prediksinya, pergerakan rupiah akan membaik pada kuartal IV-2012. Dia menyebut pada kuartal IV akan banyak capital inflow yang masuk seiring dengan penurunan peringkat bunga di Eropa.

"Triwulan III masih on off, malah kalau lihat triwulan IV kecenderungan akan kemasukan dana dari Eropa," tandasnya. (gna)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement