JAKARTA - Pemerintah mengungkapkan, penelitian untuk pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) terbuka bagi semua pihak. Jadi, siapapun bisa melakukan kajian atas jembatan tersebut.
"Studi dari Unila (Universitas Lampung) itu boleh-boleh saja. Itu kan bukan tender. Kalau Unila ingin melakukan studi, ya silahkan," ungkap Menko Perekonomian Hatta Rajasa kala ditemui di kantornya di Jakarta, Kamis (12/7/2012).
Meski begitu, Hatta melanjutkan pendanaan penelitian yang dilakukan oleh Unila yang dilakukan dengan bekerjasama dengan konsorsium pemerintah daerah dan swasta, PT Graha Banten Lampung Sejahtera (GBLS), harus transparan.
"Boleh, boleh saja Unila MoU (menandatangani nota kesepahaman) tapi ya pakai dana siapa," paparnya.
Sekedar informasi, pada siang hari tadi GBLS dan Unila melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama dengan Unila sebagai bentuk dukungan terhadap proyek pengembangan kawasan strategis dan infrastruktur Selat Sunda (KISS), terkait penelitian dan pengembangan wilayah serta dampaknya terhadap masyarakat sekitarnya.
"Jembatan Selat Sunda ini sangat kompleks sehingga membutuhkan SDM (sumber daya manusia), terutama SDM lokal yang berkompeten di bidangnya," pungkasnya.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.