JAKARTA - Potensi bisnis lapisan pelindung (coating) nasional yang berputar saat ini bisa mencapai sekira dua sampai lima persen dari produk domestik bruto (PDB) nasional.
Sekjen Asosiasi Coating Indonesia (Ascotindo) Harryawan mengatakan, angka itu berdasarkan potensi kerugian akibat terjadinya korosi di sebuah negara.
Indonesia, kata dia, membutuhkan survei mengenai kerugian akibat terjadinya korosi. Korosi bisa terjadi ketika produk baja bersentuhan dengan alam. Penyebab korosi terbagi atas udara, air, dan tanah.
"Jadi, saat ini tidak ada angka yang pasti. Tapi, ya sekira dua sampai lima persed dari PDB," kata Harryawan di Jakarta.
Dia menambahkan, laju korosi sekira 200 mikron per tahun, atau setara dengan satu milimeter per lima tahun. Apabila penyebabnya adalah air dan tanah, maka laju korosi bisa semakin agresif dan meninggi.
"Bisa mencapai 2.000-3.000 mikron per tahun atau setara dua milimeter per tahun. Semakin ekstrim kondisi lingkungannya yakni tingkat kelembaban yang tinggi, lajunya semakin ekstrim,” tambah dia.
Harryawan menuturkan, coating terdiri dari tiga segmen, yakni decorative untuk keindahan, kebutuhan proteksi, dan kebutuhan khusus untuk material yang berpotensi abrasif.
Namun, kata dia, saat ini bahan baku industri coating masih bergantung pada impor.
"Karena itu, kita sedang fokus untuk memperkuat industri di dalam negeri, yakni menaikkan tingkat kandungan dalam negeri," ucapnya.
Inacoat 2012 mencatat, kebutuhan coating di Indonesia mencapai Rp15 triliun. Bahan baku yang diimpor adalah binder atau bahan pengisi (berupa senyawa kimia dalam bentuk polimer), pigmen, solvent, dan aditif. Sebagian binder telah diproduksi di Indonesia untuk jenis alkyd dan acrylic.
Namun, jenis vinyl, chlorinated rubber, epoxy, dan silicon resin masih diimpor. Indonesia belum memiliki teknologi pembuatan chlorinated rubber. Sehingga masih harus diimpor dari China dan Eropa.
Pertumbuhan bisnis coating nasional seiring dengan kinerja industri penggunanya.
"Semua sektor yang menggunakan kontruksi dan material baja, harus menggunakan coating, karena berpotensi berkarat. Seperti, mobil, jembatan, kapal laut, bangunan, dan kereta api," tandasnya. (gna)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.