JAKARTA - Guna mengingkatkan nilai ekspor rotan dan bambu, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan akan mengadakan kompetisi desain rotan dan bambu. Kompetisi ini, nantinya akan menghasilkan karya seni yang mampu dilepas ke pasaran.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Gusmardi Bustami mengatakan, dengan adanya kompetisi rotan dan bambu menjadi salah satu upaya mendukung pengembangan produk rotan dan bambu agar memiliki nilai tambah dan berdaya saing.
"Diharapkan mampu meningkatkan ekspor rotan dan bambu sebanyak lima hingga enam persen," ungkap Gusmardi, kala ditemui di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (25/7/2012).
Gusmardi mengatakan, pada dasarnya kompetisi ini diharapkan mampu menciptakan permintaan konsumen untuk membeli rotan di pasaran. Namun, ketika dikonfirmasi angka pasti, Gusmardi belum bisa menjabarkannya.
"Sebelumnya kita telah bekerjasama dengan Filipina untuk pengembangan desain rotan dan bambu, agar kita punya arena juga untuk memperkenalkan desain-desain rotan dan bambu yang kita punya," jelas dia.
Sekadar informasi, kriteria peserta kompetisi desain rotan dan bambu haruslah WNI, Pelajar/Mahasiswa/Umum berusia maksimal 35 tahun. Proses penjurian akan dimulai setelah pengumpulan karya desain furnitur rotan dan bambu (gambar teknis) pada 23 Juli-2 September 2012. Para pemenang terpilih akan memperebutkan hadiah senilai Rp25 juta plus studi ke Jepang.
(Martin Bagya Kertiyasa)