Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Masalah Administrasi, Penjualan Tower Milik Indosat Molor Lagi

Yuni Astutik , Jurnalis-Selasa, 31 Juli 2012 |16:18 WIB
Masalah Administrasi, Penjualan Tower Milik Indosat Molor Lagi
Ilustrasi. (Foto: Corbis)
A
A
A

JAKARTA - Transaksi jual beli tower antara PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT Tower Bersama Tbk (TBIG) kembali molor dan dijadwalkan rampung akhir Agustus mendatang.

"Sekarang sudah dalam tahap akhir," kata Direktur Utama Indosat Harry Sasongko, saat media gathering di Kantornya, Jakarta, Selasa (31/7/2012).

Pembelian 2.500 tower milik Indosat kepada Tower Bersama tersebut awalnya dijadwalkan rampung pada Mei lalu. Perjanjian jual beli tersebut dilaksanakan pada 7 Februari 2012. Harry mengaku, ada sedikit masalah terkait dengan transaksi tersebut, imbasnya penyelesaian transaksi terlambat dari waktu yang dijadwalkan.

"Ada masalah administrasi, masalah concern, dari lander kita. Sedikit lagi selesai, masalah di administrasi," akunya.

Adapun dana yang diperoleh dari akuisisi tersebut akan digunakan untuk pembayaran utang jatuh tempo perusahaan senilai USD141,2 juta dan sebesar Rp2,06 triliun dalam kurun waktu 12 bulan. Selain itu, dana tersebut juga digunakan untuk investasi berupa pembangunan jaringan senilai Rp6,5 triliun-Rp7,5 triliun.

Seperti diketahui, penjualan tersebut sekira 25 persen dari aset menara milik perseroan, dengan perkiraan nilai total sebesar USD519 juta yang dibagi atas pembayaran dimuka sebesar USD406 juta dan potensi pembayaran maksimal yang ditangguhkan sebesar USD113 juta.

Berdasarkan ketentuan penjualan, Indosat akan menyewa menara yang dijual untuk jangka waktu minimum 10 tahun sesuai harga pasar. Dengan pengalihan kepemilikan menara ini, Indosat akan menikmati penghematan signifikan dari sisi  pengeluaran untuk belanja modal dan operasional aset menara.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement