Harga Brent Melambung ke USD112/Barel

Martin Bagya Kertiyasa - Okezone
Rabu, 8 Agustus 2012 09:02 wib
Ilustrasi. (Foto: Corbis)
Ilustrasi. (Foto: Corbis)
NEW YORK - Harga minyak mentah kembali melonjak mendekati level tertinggi selama 12 minggu. Ketegangan di Timur Tengah serta rencana pemebelian obligasi oleh The Federal Reserve telah mengangkat harga minyak mentah berjangka.

Badai Atlantik yang mengancam Meksiko telah merusak kilang kedua terbesar di California. Akibatnya minyak mentah jenis Brent, dan minyak mentah Amerika Serikat (AS), West Texas Intermediate (WTI), bergerak di atas rata-rata perdagangan.

"Berita mengenai rendahnya realisiasi pengiriman dari Laut Utara telah membuat harga Brent naik, dan mengangkat harga lainnya," kata salah seorang analis Again Capital LLC, John Kilduff, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (8/8/2012).

Minyak mentah Brent unutk pengiriman September naik USD2,45 menjadi USD112 per barel, melonjak dari rata-rata 200 hari perdagangan di USD111,28 per barel. Level USD112,56 per barel, menjadi level yang tertinggi sejak 15 Mei, dengan level USD112,67 per barel.

Sedangkan minyak mentah AS, WTI, unutk pengiriman September naik USD1,47 per barel menjadi USD93,67 per barel, setelah bergerak dengan rata-rata 100 hari perdagangan di USD93,47 per barel, dan sempat mencapai USD94,42 per barel. Harga penutupan ini, merupakan yang tertinggi sejak 15 Mei.

Total volume perdagangan minyak mentah Brent masih di bawah rata-rata 30-hari perdagangan, sedangkan omset untuk minyak mentah AS melebihi rata-rata 30 hari perdagangan sebesar 12 persen.

Premi Brent untuk minyak mentah AS kembali melebar menjadi USD18 per barel. Masalah produksi Laut Utara dan ancaman pasokan Timur Tengah, mengangkat premi Brent di atas USD1,60 per barel.

Bensin AS dan minyak pemanas menetap di dekat USD3 per galon, di atas bahwa tingkat intraday untuk pertama kalinya sejak Mei. Bensin ditembak di atas 100-day moving average dari USD2,9661 dan minyak pemanas di atas 200-day moving average dari USD2,9921. Administrasi Informasi Energi AS (EIA) menurunkan proyeksi produksi minyak mentah 2012 dan 2013 dari negara-negara non-OPEC.

Di sisi lain, American Petroleum Institute mencatat persediaan minyak mentah AS turun 5,4 juta barel pekan lalu, turun jauh lebih besar dari yang diharapkan.

Stok minyak mentah di Midwest turun 2,1 juta barel, karena impor Enbridge Inc (ENB.TO) turun atas pengiriman minyak mentah Kanada ke Midwest. Stok minyak mentah diperkirakan masih akan merosot 300.000 barel, dengan stok bensin jatuh 1,1 juta barel dan sulingan diharapkan naik 600.000 barel.
(mrt)
BACA JUGA ยป