JAKARTA - Pada perdagangan hari ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi berpeluang kembali terkoreksi. Ini terjadi apabila sentimen positif kurang kuat menopang IHSG.
"Dari candle yang terbentuk, terbuka peluang koreksi bila sentimen positif yang ada kurang kuat mempertahankan posisi IHSG," ungkap Analis Indosurya Asset Management Reza Priambada, di Jakarta, Senin (13/8/2012).
Selain itu, dirinya juga memperkirakan IHSG akan berada di pola hanging man yang sebelumnya membentuk pola menyerupai white marubozu. Dengan support 4.104-4.123.
"Posisi candle kian mendekati upper bollinger bands. MACD bergerak datar dengan histogram positif yang sedikit memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic telah menembus area overbought," tuturnya.
Penguatan bursa saham di Amerika Serikat (AS) kemarin lebih didasarkan kepada adanya harapan peluncuran stimulus tanpa diketahui kepastian realisasi harapan tersebut. Pelaku pasar pun juga harus waspada bila sinyal pembalikan arah mulai datang.
Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain, PT London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), PT Semen Gresik Tbk (SMGR), PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS), dan PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA).
Kemudian PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), serta PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.