JAKARTA - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk menargetkan produksi baja bisa mencapai 5,75 juta ton di 2016 mendatang. Jumlah itu termasuk produksi KS sebesar 3,25 juta ton lalu ditambah dari PT Krakatau Posco.
Direktur Utama PT Krakatau Steel Irvan Kamal Hakim mengatakan, target tersebut dengan asumsi porsi saham KS di PT Krakatau Posco bisa mencapai 45 persen di 2015. Jumlah 3,25 juta ton tersebut, kata dia, termasuk produksi dari PT IndoJapan Steel Center (IJSC) sebesar 120 ribu ton per tahun.
Seperti diketahui, PT IJSC merupakan perusahaan patungan antara PT KS dan Nipon Steel Trading, dengan kepemilikan saham masing-masing 20 persen dan 80 persen. PT IJSC didirikan terutama untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri automotif nasional.
Peletakan batu pertama (ground breaking) pabrik PT IJSC sendiri sudah dilakukan Kamis (27/9/2012) ini. Rencananya, pabrik senilai Rp100 miliar itu akan selesai dibangun selama delapan bulan dan akan mulai berproduksi pada awal Juni 2013. Irvan berharap, PT IJSC bisa berperan penting dalam menjembatani kepentingan industri hulu baja nasional, terutama untuk sektor automotif.
"Segmen yang kami sasar kendaraan komersial. Dari perkiraan penjualan mobil yang sebesar satu juta ton, sekira 34 persen adalah kendaraan komersial, seperti pick-up, light truck, truck, dan heavy truck. Pelanggan kami selama ini di antaranya adalah Hino, TMMIN, Mitsubishi, dan Nissan. Kami ingin perbesar porsinya dari waktu ke waktu," kata Irvan dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (27/9/2012).
Menurutnya, peluang untuk meningkatkan porsi kepemilikan saham KS dan juga kapasitas produksi. Namun, pihaknya belum bisa berkomentar banyak soal hal itu. Keputusan investasi, kata dia, ada dua, yakni mengalirkan produk dan mendapatkan dividen. Namun, untuk tahap awal ini, kata dia, pihaknya fokus untuk mengalirkan produk.
"Kami berniat as many as possible. Akan ditentukan grade-grade yang akan kita produksi. Investasi ini dalam rangka membangun hubungan harmonis itu tugas KS. Sedangkan prinsip mereka adalah profesional. Tidak ada semacam privillage karena ini joint venture," paparnya.
Bahkan, kata dia, tidak menutup kemungkinan apabila nantinya PT IJSC mempunyai banyak outlet atau anak usaha lain dengan pendekatan yang berbeda, jadi tidak hanya sekadar fokus di sektor automotif.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.