Ilustrasi. (Foto: Okezone)
JAKARTA - Bank Dunia (World Bank/WB) mengupgrade peringkat kemudahan berbisnis di Indonesia. Namun, peningkatan yang tidak signifikan ini lantaran Indonesia masih mencatatkan variabel-variabel, di luar variabel makro, yang kurang baik.
Pengamat Ekonomi, Tony Prasetiantono, mengatakan peringkat bisnis ditentukan oleh iklim investasi yang biasanya merupakan gabungan ekonomi makro, yakni Pertumbuhan ekonomi, inflasi, neraca pembayaran, pengangguran, suku bunga, dan lain-lain. Selain itu, juga terdapat variabel-variabel lainnya.
"Dalam kasus di Indonesia sekarang ini, variabel-variabel lain ini krusial, yakni infrastruktur, korupsi, kualitas birokrasi, strong leadership, atau kepemimpinan nasional yang kuat," ujar Tony dalam pesan singkatnya kepada Okezone di Jakarta, Sabtu (27/10/2012).
Selain itu, Tony mengatakan masalah lain yang krusial adalah soal fiscal sustainability. Menurutnya, investor terutama asing akan menilai, apakah kondisi fiskal (APBN) Indonesia cukup sehat dan berkelanjutan. "Kenyataannya subsidi energi sampai menelan Rp306 triliun dari Rp1.550 triliun APBN 2012," ujarnya.
Dia menambahkan, jika situasi ini dianggap membahayakan APBN, ini akan menjadi sentimen buruk pada tahun-tahun selanjutnya. "karena itu pemerintah harus berani mengubah strategi APBN," kata dia.
Menurutnya, Subsidi yang terlalu banyak dan salah sasaran harus segera diperbaiki demi menjaga fiskal Indonesia. "Subsidi yang terlalu banyak dan salah sasaran, harus dipangkas demi menjaga fiscal Sustainabillity," ujarnya.
(mrt)