Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Unilever Dipastikan Ground Breaking di Sei Mangke 2012

Fakhri Rezy , Jurnalis-Selasa, 06 November 2012 |14:54 WIB
  Unilever Dipastikan <i>Ground Breaking</i> di Sei Mangke 2012
Logo Unilever. (Foto: Situs Unilever)
A
A
A

JAKARTA - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) akan melakukan ground breaking di Sei Mangke pada akhir 2012. Saat ini, masalah tata ruang di kawasan tersebut sudah selesai.

"Pertama Sei Mangke, masalah tata ruang oke, tidak ada masalah apapun. Unilever akan bisa ground breaking akhir 2012 ini," ujar Menko Perekonomian Hatta Rajasa, di kantornya, Jakarta, Selasa (6/11/2012).

Hatta mengatakan, nantinya, kawasan Unilever akan berada di dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). "Angker Unilever untuk masuk ke KEK Sei Mangke menjadi kenyataan. Itu akan diikuti dengan perusahaan-perusahaan lain," kata dia.

Hatta memprediksi, bila ground breaking dapat dilakukan akhir tahun ini, kemungkinan dibutuhkan satu tahun untuk dapat beroperasi. Hatta menyakini, Sei Mangke menjadi kawasan yang luar biasa, karena akan ada pelabuhan Kuala Tanjung yang digabungkan dengan kereta api. "Mungkin setahun ya, di atas lahan 30 hektare (ha)," tukas dia.

Sekadar informasi, KEK, yang selanjutnya disebut KEK, adalah kawasan dengan batas tertentu dalam wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia yang
ditetapkan untuk menyelenggarakan fungsi perekonomian dan memperoleh fasilitas tertentu.

Zona adalah area di dalam KEK dengan batas tertentu yang pemanfaatannya sesuai dengan peruntukannya. Dewan Nasional adalah dewan yang dibentuk di tingkat
nasional untuk menyelenggarakan KEK.

Dewan Kawasan adalah dewan yang dibentuk di tingkat provinsi untuk membantu Dewan Nasional dalam penyelenggaraan KEK. Administrator adalah bagian dari Dewan Kawasan yang dibentuk untuk setiap KEK guna membantu Dewan Kawasan dalam penyelenggaraan KEK.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement