Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hati-Hati, IHSG Rawan Terkoreksi

Rizkie Fauzian , Jurnalis-Rabu, 21 November 2012 |07:35 WIB
Hati-Hati, IHSG Rawan Terkoreksi
Ilustrasi. (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bakal melanjutkan kejatuhaannya. Hal tersebut dikarenakan faktor minimnya sentimen positif dalam negeri serta kondisi Amerika Serikat (AS).

Hal tersebut disampaikan Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang. Dia mengatakan IHSG berpeluang melanjutkan kejatuhannya karena kurangnya sentimen positif dari dalam negeri serta merujuk situasi negatif yang terjadi di AS.

"Situasi negatif AS yaitu dengan munculnya komentar negatif dari Chairman the Fed Bernanke yang berkata bahwa fiscal cliff berpotensi menjadi ancaman bagi perbaikan ekonomi, tetapi mengatakan tidak akan ada lagi paket stimulus baru," jelasnya di Jakarta, Rabu (21/11/2012).

Edwin menambahkan, selain itu Bernake juga mengatakan situasi APBN AS saat ini juga sudah melukai perekonomian AS dan menyarankan Congress AS untuk menaikan batasan utang untuk menghindari kebangkrutan atas obligasi yang dikeluarkan negara.

"Padahal berita positif lainnya datang dari data ekonomi Housing Starts yang tumbuh 3.6 persen mencapai level 894.000, suatu level tertinggi selama empat tahun terakhir," tambah Edwin.

Sebagai informasi, maraknya sentimen negatif mendorong Dow Jones ditutup turun 7,45 poin (0,06 persen) diiringi penurunan The VIX 1,05 persen ditutup pada level 15,08. Selain itu muncul berita negatif mengenai emiten Hewlett-Packard yang saham turun tajam 11,95 persen (terendah selama 10 tahun terakhir) setelah mengeluarkan statement earnings.

"Statement earnings tersebut  yang diperoleh melebihi ekspektasi analyst diperoleh setelah mengeluarkan accounting charge yang sangat besar berkaitan akuisisi yang mereka lakukan atas unit Autonomy Software," ujarnya.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement