JAKARTA - Kenaikan setoran royalti PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dan PT Holcim Indonesia (SMCB) ke induk usahanya akan memberikan dampak positif bagi manajemen perusahaan. Pasalnya, kenaikan tersebut mendorong manajemen untuk menaikkan pendapatan perusahaan.
Menurut Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, kenaikan royalti ini maka manajemen akan terpacu menaikkan pendapatan perusahaan sekaligus meningkatkan laba usaha.
"Misalnya perusahaan tersebut memperoleh kenaikan sebesar 1,5 persen maka manajemen akan berusaha menaikkan pendapatan sebesar dua sampai tiga persen untuk melampaui kenaikan royalti," jelasnya, saat ditemui sejumlah wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Senin (7/1/2013).
Lebih lanjut menurut Reza alasan Indonesia dikenakan nilai royalti lebih tinggi dari India karena pendapatan UNVR lebih besar di Indonesia dibandingkan di India.
"Karena negara yang penghasilannya lebih banyak akan dikenakan royalti lebih besar daripada negara yang menghasilkan lebih sedikit," ungkapnya.
Sebagai informasi, pada 12 Desember 2012 PT Unilever Indonesia Tbk mengumumkan transaksi afiliasi dengan perusahaan induknya, Unilever BV (UBV) berencana meningkatkan pembayaran royalti atas merk dagang, lisensi teknologi, dan jasa manajemen kepada UBV, dari sebelumnya 3,5 persen dari total nilai omset per tahun, menjadi lima persen tahun depan, dan akan kembali meningkat hingga maksimal delapan persen pada 2015.
Hal serupa juga dilakukan PT Holcim Indonesia Tbk yang menetapkan royalti menjadi empat persen dari sebelumnya yang hanya 1,7 persen. Kenaikan akan berlanjut di tahun depan menjadi lima persen. Kenaikan royalty sudah dilakukan pada 2008 lalu dari satu persen menjadi 1,7 persen dengan mengadopsi merek Holcim.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.