Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Laju Rupiah Tertahan Pidato Presiden ECB

Rizkie Fauzian , Jurnalis-Jum'at, 25 Januari 2013 |08:14 WIB
Laju Rupiah Tertahan Pidato Presiden ECB
Ilustrasi. (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih positif. Hal tersebut seiring dengan keputusan The Federal Reserve tentang suku bunga rendah.

Menurut Analis Trust Securities Reza Priyambada, selain kabar The Fed, keputusan Bank of Japan (BoJ) beberapa waktu lalu turut mempengaruhi setelah nilai tukar mata uang Asia menguat yang dimotori Yen.

"Selain itu, laju USD juga tidak terlalu kuat seiring adanya voting dari Partai Republik di Kongres AS yang menyepakati untuk meneruskan kapasitas loan pemerintah AS (debt ceiling) hingga 19 Mei," katany,a di Jakarta, Jumat (25/1/2013).

Hal tersebut menurutnya, dapat memberikan waktu bagi kongres untuk meraih kesepakatan yang diharapkan, serta bisa mengkombinasikan pemangkasan belanja dan kenaikan pajak atau bisa juga masih bisa menjual obligasinya.

"Tetapi, apresiasi rupiah tertahan seiring sentimen negatif dari pidato Presiden European Central Bank (ECB) Mario Draghi, yang menyampaikan, meski periode terburuk dari krisis utang Zona Euro sudah berakhir, prospek kawasan Eropa masih cukup suram dan kabar negatif setelah inflasi Australia ternyata lebih kecil dari ekspektasi," ungkap Reza.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement