Maret, Cadangan Devisa Merosot ke USD104,8 M

|

Rezkiana Nisaputra - Okezone

Ilustrasi. (Foto: Okezone)

Maret, Cadangan Devisa Merosot ke USD104,8 M
JAKARTA - Defisit transaksi berjalan diprakirakan meningkat terutama karena impor yang masih cukup tinggi. Defisit terjadi, karena masih tingginya konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution mengatakan, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan II-2013 diprakirakan mengalami defisit yang lebih rendah dari triwulan sebelumnya seiring membaiknya transaksi modal dan finansial (TMF).

"Membaiknya TMF terutama didorong oleh arus investasi portofolio, termasuk penerbitan global bond oleh Pemerintah, yang meningkat sejalan dengan masih kuatnya fundamental ekonomi Indonesia dan dampak kebijakan ekonomi global yang masih akomodatif," kata di gedung BI, Thamrin, Jakarta, Kamis (11/4/2013).

Hal ini, membuat cadangan devisa pada akhir Maret 2013 mencapai USD104,8 miliar atau setara dengan 5,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, di atas standar kecukupan internasional.

Menurunnya cadangan devisa ini, lantaran rupiah terus mengalami tekanan terhadap dolar AS. Pada tiga bulan pertama ini, cadangan devisa telah merosot USD7,98 miliar, dari posisi akhir 2012 di USD112,78 miliar.
(mrt)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Negara Ini Paling Dihindari untuk Investasi