Dirjen Migas Keluhkan Minimnya Jumlah SPBG

Senin, 06 Mei 2013 15:43 wib | Dani Jumadil Akhir - Okezone

Ilustrasi. (Foto: Okezone) Ilustrasi. (Foto: Okezone) JAKARTA - Untuk mempercepat konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG), Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengakui kekurangan jumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) yang sudah eksis di Indonesia.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementrian ESDM Edy Hermantoro mengatakan, saat ini jumlah SPBG di wilayah Indonesia ada 33 SPBG tersebar di Jakarta dan Jawa Timur.

"Di Jakarta sendiri sudah ada 11, di Surabaya 12 seperti Zebra BBG dan segala macam, pemerintah BUMD ada empat. Jadi, totalnya 33 SPBG," ungkap Edy kepada wartawan di Hotel Gran Melia, Jakarta, Senin (5/6/2013).

Edy menambahkan, dengan program pemerintah untuk mempercepat konversi BBM ke BBG, 33 SPBG tersebut sudah berjalan dan bisa di manfaatkan untuk mempercepat konversi ke gas.

"33 SPBG semua sudah jalan, kita sudah siapkan 35 MMSCFD dengan proyek-proyek penambahan SPBG dan oleh menteri keuangan bintangnya sudah dirontokin dan Pertamina sudah tender," jelasnya.

Memang saat ini menurut Edy, pemerintah menargetkan pembangunan sampai 40 SPBG di tahun 2014.
 
"Kita kan punya target 40 SPBG karena PGN dan Pertamina akan berpartisipasi seperti daughter station. Ini seperti kontainer kecil Pertamina sudah punya, depannya buat tabung, belakang untuk dispenser. Dan tahun ini kita akan lakukan studi FEED, 2014 sudah bisa mengalirkan ke sana, jadi DKI Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah," tandasnya. (wdi)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA ยป