>

Disparitas Ekonomi Dinilai Semakin Besar

Sabtu, 11 Mei 2013 - 14:04 wib | Bramantyo - Okezone

Ilustrasi. (Foto: Okezone)

Disparitas Ekonomi Dinilai Semakin Besar
SOLO - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Irman Gusman menyatakan bahwa disparitas ekonomi semakin besar. Fenomena meningkatnya jumlah orang kaya dengan cepat dan lambannya penurunan jumlah penduduk miskin menunjukkan masih rendahnya kualitas pertumbuhan ekonomi negara kita.

"Besarnya kesenjangan diindikasikan dengan peningkatan Gini Rasio dari 0,31 menjadi 0,41 dalam satu dasa warsa belakangan. Disparitas demikian dapat memperparah rasa ketidakadilan dengan berbagai dampaknya,” jelas Irman Gusman di depan Forum Rektor Indonesia, di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (11/5/2013).

Lebih lanjut, Ketua DPD RI menyatakan bahwa Indonesia juga bermasalah dengan kedaulatan ekonomi. Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebagian dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan asing di berbagai bidang.

Kepemilikan asing semakin mendominasi industri dalam negeri. Di beberapa sektor bahkan sampai 80 persen seperti sector pertambangan, perminyakan dan perbankan.

“Kita tidak anti modal asing sebab kita tidak menganut nasionalisme sempit, tetapi melemahnya kedaulatan ekonomi Indonesia semakin jelas terlihat dari lemahnya daya saing industri kita dalam berbagai bidang,” ujarnya.

Menurut Irman, sampai tahun 2011, terjadi deindustrialisasi yang cukup mengkhawatirkan. Sejumlah industry kita kalah bersaing dengan industry asing bahkan di pasar dalam negeri sendiri, terutama terhadap produk-produk dari China dan kawasan Asia lainnya.

“Hal ini dapat dilihat dari ketimpangan proporsi tenaga kerja formal dan informal yang mencapai perbandingan 32:68 persen,” ujarnya. (wdi)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Macet Jakarta Bisa Diurai dengan ERP