>

Harga Saham Mitra Pinasthika Mustika di Batas Bawah

|

Widi Agustian - Okezone

Ilustrasi. (Foto: Okezone)

Harga Saham Mitra Pinasthika Mustika di Batas Bawah
JAKARTA - PT Mitra Pinasthika Mustika (MPM) menetapkan harga penawaran dalam initial public offering (IPO) sebesar Rp1.500 per saham. Dengan demikian, nilai IPO ini mencapai Rp1,455 triliun.

Harga ini berada di batas bawah dari kisaran harga yang ditetapkan perseroan, yakni Rp1.500-Rp2.000 per saham.

Dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (21/5/2013), perusahaan distributor sepeda motor yang didirikan William Soeryadjaya ini bakal melepas sebanyak 970 juta lembar sahamnya, setara dengan 27,37 persen dari total saham perseroan.

Perseroan menunjuk empat penjamin pelaksana emisi efek, yaitu PT Morgan Stanley Asia Indonesia, PT Deutshce Securities Indonesia, PT DBS Vickers Securities Indonesia, dan PT Indo Premier Securities.

Adapun tanggal efektif IPO ini pada 20 Mei 2013, masa penawaran umum perdana 21-23 Mei 2013, penjatahan pada 27 Mei 2013, pengembalian uang pemesanan (refund) dan distribusi saham secara elektronik pada 28 Mei 2013, sedangkan pencatatan saham di BEI pada 29 Mei 2013.

Sebelumnya, Presiden Direktur Mitra Pinasthika Mustika Tossin Himawan menjelaskan, MPM merupakan perusahaan distributor sepeda motor yang didirikan oleh William Soeryadjaya. Anak William, Edwin Soeryadjaya pun menjabat komisaris utama di perusahaan ini.

Dana hasil IPO tersebut akan digunakan untuk kebutuhan perseroan, seperti akuisisi perusahaan penyewaan kendaraan sekira 25 persen dan sekira 23 persen digunakan oleh PT Federal Karyatama untuk pembangunan fasilitas pabrikasi dan pembotolan pelumas baru dan sekira 19 persen untuk membiayai akuisisi sisa saham PT Federal Karyatama.

Sekira 13 persen untuk mendanai sebagian pembelian kurang lebih 3.000 mobil baru dan delapan persen akan digunakan untuk PT Asuransi Mitra Pelindung Mustika sebagai ekspansi kegiatan operasi asuransi dan sembilan persen untuk melunasi utang ke PT Bank DBS Indonesia dan PT Bank ANZ Indonesia, dan sisanya untuk modal kerja. (wdi)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Fitra: Dirjen Pajak Pasti Orang Dekat Pansel