>

Wapres: Pengembangan Panas Bumi Kurang Koordinasi

|

Dani Jumadil Akhir - Okezone

Wakil Presiden RI Boediono

Wapres: Pengembangan Panas Bumi Kurang Koordinasi
JAKARTA - Wakil Presiden BI Boediono mengatakan sulitnya mengembangkan Energi Baru Terbarukan (EBT) panas bumi (geotermal) diakibatkan oleh beberapa faktor.

"Koordinasi antar-stakeholder kurang, Pemerintah Pusat instansinya buka diri saling dukung, Pemerintah Daerah, PLN serta masyarakat umum. Kadang resistensi dari masyarakat, harus diberi pengertian yang lebih baik," ungkap Boediono saat pembukaan acara IIGCE 2013 di JCC, Jakarta, Rabu (12/6/2013).

Dengan masalah koordinasi tersebut, Boedino mengatakan permasalahan tersebut bisa diselesaikan dengan seringnya berkomunikasi antara instansi terkait.

"Diatasi dengan perjanjian kerjasama (MoU) dan makin banyak bertemu berkomunikasi dan sampaikan keinginan. Jangan cuma melalui surat atau regulasi," jelas Boediono.

Lanjut Boediono mengungkapkan, masalah yang kedua adalah bisnis model yang bagus yang berkelanjutan. Kalau dari dana APBN tidak perlu bisnis model yang kompleks.

"Tapi uang APBN enggak akan cukup untuk bangun energi geothermal. Jadi harus ada bisnis model yang ikutkan investor bumn. Pemerintah berperan kasih regulasi yang pas, sehingga nyambung dengan mereka yang punya duit investasi dan kita yang punya kemampuan regulasi yang baik," ucapnya.

Boediono berharap dapat terus digarap dengan mencari cara best practies untuk pengembangan panas bumi, yang harus bisa sesuai dengan lingkungan.

"Tapi saya tau bisnis model ini enggak bisa sekali firm, perlu ada penyesuaian regulasi dari waktu ke waktu. Pemerintah jangan berat sebelah. Yang dulu agak timpang sehingga banyak yang tidak jalan, dan kalo jalan berat bagi masyarkat. Maka kontrak harus win to win. Dengan begitu interest minat perhatian ke geothermal makin kuat. Apalagi dengan contoh proyek yang sudah jalan dan win to win tadi," tutur Boediono. (wan) (wdi)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Harga Pertamax Turun Rp200/Liter