Zaman Soeharto, Kenaikan Harga BBM Tak Pernah Diumumkan

|

Marieska Harya Virdhani - Okezone

Ilustrasi. (Foto: Okezone)

Zaman Soeharto, Kenaikan Harga BBM Tak Pernah Diumumkan
DEPOK - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) harus dilakukan dengan waktu yang tepat oleh pemerintah. Bahkan kenaikan harga BBM disarankan naik pada saat momen puasa.

"Lebih baik pas puasa enggak apa-apa, manfaatkan momen spiritual. Masyarakat kan akan lebih bersabar, justru manfaatkan gelar banyak operasi pasar, dan pasar murah," ujar Kepala TU BPS Depok Bambang Pamungkas, Kamis (13/06/2013).

Namun, Bambang mengakui, masyarakat hampir miskin akan terkena dampak efek psikologis. Dia mencontohkan saat ini kelangkaan gas elpiji 12 kilogram sudah terjadi saat ini merupakan dampak psikologis kenaikan BBM.

"Gas 12 kg langka, banyak masyarakat menahan, ekonomi atas bahkan punya tabung melon sampai 3 tabung, cek saja, masyarakat hampir miskin jadi miskin. Kenapa itu? Karena psikologis efeknya. Jaman sekarang saja nih kenaikan BBM pakai pengumuman sejak lama, jadi bermuatan politis. Zaman Pak Soeharto mau naik BBM dari Rp700 jadi Rp1.400, malamnya langsung keputusan naik," tukasnya.

Akibatnya, kata dia, saat ini nilai rupiah terhadap dolar sempat anjlok di atas Rp10 ribu. Jika BBM dinaikkan pada saat puasa, kata dia, hal yang wajar jika kenaikan harga sembako terjadi asalkan jangan sampai berlangsung secara terus menerus.

"Isu BBM jadi komoditas politik, orang mau investasi jadi lari. Harga saham juga nanti bisa gonjang ganjing. Yang namanya puasa harga pasti naik, semua orang minta THR," tutupnya.
(wdi)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Saham Bank Agris Dibuka Naik 70 Persen