Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hujan Bikin Petani Tomat Rugi Jutaan Rupiah

Suryono , Jurnalis-Jum'at, 14 Juni 2013 |12:31 WIB
Hujan Bikin Petani Tomat Rugi Jutaan Rupiah
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

PEMALANG - Kondisi cuaca saat ini memang sulit ditebak atau diprediksi. Meski sudah memasuki musim kemarau, namun ternyata hujan masih terus turun. Bagi petani sayuran hal ini tentu bisa berdampak buruk.

Seperti dialami para petani sayuran di lereng Gunung Slamet, tepatnya di kecamatan Pulosari, kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Warga yang mengandalkan pertanian sayuran sebagai produk andalan dari daerah ini menjadi sangat terpengaruh akibat hujan dengan intensitas tinggi masih terus turun di daerah ini.

Tanaman sayuran seperti tomat, cabai, kubis, sawi dan lainnya menjadi rusak bahkan tidak bisa produksi akibat selalu diguyur hujan deras . Salah satunya adalah kebun sayuran milik Sumardi warga desa Siremeng Pulosari, Pemalang ini.

"Hujan turun terus membuat tanaman tomat layu dan membusuk buahnya, selain itu juga tanaman kubis serta sawi menjadi busuk dan tidak bisa dipanen sama sekali karena terlalu banyak air," jelasnya di Pemalang, Jumat (14/6/2013).

Dia menjelaskan, akibat cuaca yang selalu berubah-ubah seperti ini membuat petani merugi jutaan rupiah. Setiap hektare (ha) lahan membutuhkan biaya sekira Rp5 juta-Rp7 juta untuk menanam sayuran dan jika gagal panen maka biaya tersebut hilang.

Kalangan petani tidak punya pilihan lain hanya bisa berharap agar kondisi anomali cuaca seperti belakangan ini bisa segera kembali agar mereka tidak semakin merugi. Mereka mengaku sangat berharap ada bantuan dari pemerintah seperti masalah benih sayuran dan juga pupuk yang saat ini bagi mereka menjadi barang yang sangat dibutuhkan.

Wilayah lereng gunung Slamet ini merupakan sentra produksi petani sayuran. Selama ini menjadi andalan untuk menyetok kebutuhan berbagai kebutuhan seperti tomat, cabai, kubis, sawi, mentimun, buncis, kentang dan lainnya untuk daerah Pemalang, Pekalongan hingga Tegal bahkan juga dikirim ke Jakarta.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement