Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

"Cuma 50% Laporan BPK yang Ditindaklanjuti"

Fakhri Rezy , Jurnalis-Selasa, 18 Juni 2013 |14:39 WIB
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Komisi XI DPR RI telah melakukan fit and proper test kepada calon anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Sesi pertama yang dilakukan pada pukul 10.00 WIB hingga 12.30 WIB telah menguji empat calon anggota BPK.

"Pengujian pertama dilakukan oleh Baharuddin Aritonang yang menyampaikan visi misinya," ujar Wakil Ketua Komisi XI Harry Azhar Azis, Jakarta, Kamis (18/6/2013).

Kedua, dilakukan oleh Eddy Rasyidin, yang menginginkan dilakukan early warning system. Pasalnya, sistem tersebut dilakukan untuk pemberantasan korupsi. Ketiga, Sutrisno yang ingin melakukan preaudit untuk meningkatkan pemeriksaan yang akan dilakukan. Hal tersebut berbasis akan contoh-contoh negara-negara yang dipelajari.

"Sebenarnya contoh kita itu berbasis kinerja juga tidak hanya output, tetapi juga outcome berjalannya suatu proyek. Jadi outcome-nya yang diperiksa bukan output-nya," ujar Sutrisno.

Sedangkan calon terakhir di sesi pertama, Parwito dengan tema optimalisasi tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK untuk mempercepat sistem pengelolaan keuangan negara yang lebih baik.

"Topik ini sengaja kami ambil dari proses perencanaan dan tindak lanjut agar stakeholder lain progres keuangan menjadi lebih baik, dengan menguraikan dari pemeriksaan BPK menghasilkan (Laporan Hasil Pemeriksaan/LHP) ada 1.200 LHP BPK melewati tiga jenis pemeriksaan ini sangat kecil, hanya 50 persen yang ditindaklanjuti," ujar Parwito.

(Widi Agustian)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement